(Persembahan Untuk Para Sahabat)
Sahabat adalah dorongan ketika engkau hampir berhenti, petunjuk jalan ketika engkau tersesat, membiaskan senyuman sabar ketika engkau berduka, memapahmu saat engkau hampir tergelincir dan mengalungkan butir-butir mutiara doa pada dadamu...Ikhwan and akhwat...moga hati kita dipertautkan karena-Nya
Terimakasih Telah Menjadi Sahabat Dalam Hidup kami

rss

Sabtu, 23 Februari 2008

Al Balki dan Si Burung Pincang

Al Balkhi adalah salah seorang yang terkenal kesalehanya pada jaman dulu. Ia mempunyai sahabat karib yang bernama Ibrahim bin Adham yang terkenal sangat Zuhud. Banyak orang yang memanggilnya Abu Ishak. Pada suatu hari Al Balkhi berangkat kenegri sebrang untuk berdagang. Sebelum berangkat, tidak ketinggalan iya pun berpamitan kepada sahabatnya.Namun ketika dalam perjalanan dia melihat suatu keanehan. Sehingga iapun mengurungkan niatnya dan kembali pulang. Sesampai ditempat sahabatnya iapun bercerita. "Dalam perjalanan, aku melihat suatu keanehan, sehingga aku memutuskan untuk segera membatalkan perjalananku". "keanehan apa yang engkatiat, sehingga engkau membatalkan niatmu itu?" tanya Abu Ishak. "ketika aku sedang beristirahat di sebuah bangunan yang telah rusak, aku melihat seekor burung yang pincang dan buta. Akupun kemudian bertanya-tanya dalam hati, bagaimana cara burung ini mampu bertahan hidup, sementara ia pincang dan
buta, dan tidak ada sekolompok burung lain yg menemaninya. Tidak lama kemudian ada burung lain yang dengan susah payah menghampirinya dengan membawa makanan untuknya. Seharian penuh aku mengamati burung tersebut, dan ternyata ia tak pernah kekurangan makanan, karena ia berulang kali diberi makanan oleh temannya yang sehat." "Lantas apa hubunganya dengan kepulanganmu?" tanya Abu Ishak. "Dari peristiwa tersebut, aku mengambil kesimpulan bahwa Allah adalah sang pemberi Rizqi yang pengasih lagi penyayang. Allah telah mencukupkan Rizqi untuk semua mahluk meskipun tanpa berusaha. Oleh karena itu, Allah SWT pasti juga mencukupkan Rizqiku meskipun aku tidak bekerja. Itulah sebabnya aku segera pulang." jawab Al Balkhi kepada Abu Ishak. Mendengar jawaban tersebut, Abu Ishak pun berkata "Wahai saudaraku, kenapa engkau memiliki pemikiran yang rendah seperti itu? Mengapa engkau rela menyamakan derajatmu sejajar dengan seekor burung yang
buta lagi pincang itu? Mengapa kamu mengikhlaskan dirimu untuk hidup atas belas kasihan orang lain? Mengapa kamu tidak berpikir untuk meniru perbuatan burung yang satunya lagi. Ia berusaha keras untuk mencukupkan kebutuhanya sendiri dan juga kebutuhan saudaranya yang memang tidak bisa berbuat apa-apa. Bukankah engkau sudah tau bahwa tangan diatas itu lebih mulia daripada tangan dibawah". Mendengar jawaban tersebut, Al Balkhi menyadari akan kekeliruanya dalam mengambil pelajaran atau hikmah dari kedua burung itu. Kemudian iapun bangkit dan moho diri untuk melanjutkan perjalananya yang tertunda tersebut. Nabi bersabda yang artinya: tidak ada sama sekali cara yang lebih baik bagi seseorang yang memakan makanan selain dari pada hasil karya tanganya sendiri. Dan serungguhnya Nabiyullah Daud makan dari hasil jerih payahnya sendiri (HR. Bukhari)


____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

0 komentar:

 
Terimakasih Atas kunjungan Anda, Semoga Semuanya Dapat Memberikan Manfaat Bagi Kita Semua