(Persembahan Untuk Para Sahabat)
Sahabat adalah dorongan ketika engkau hampir berhenti, petunjuk jalan ketika engkau tersesat, membiaskan senyuman sabar ketika engkau berduka, memapahmu saat engkau hampir tergelincir dan mengalungkan butir-butir mutiara doa pada dadamu...Ikhwan and akhwat...moga hati kita dipertautkan karena-Nya
Terimakasih Telah Menjadi Sahabat Dalam Hidup kami

rss

Sabtu, 02 Februari 2008

Miliaran Binatang dan Tumbuhan

Bukan hanya pergerakan Bumi, gunung, hujan dan atmosfer yang sengaja didesain oleh Allah untuk menggelar drama kehidupan manusia, tetapi binatang dan tumbuhan pun semuanya diciptakan untuk kelengkapannya.

Benarkah demikian? Agaknya begitu. Secara Qur'ani, Allah telah mengatakan di berbagai ayatNya bahwa segala yang ada ini memang diciptakan untuk manusia. Di antaranya adalah ayat-ayat berikut ini.

QS. Al Mu’minuun (23) : 17 - 21
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan (tujuh buah langit). Dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami).

Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran, lalu Kami jadikan air itu menetap di Bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.

Lalu dengan air itu, Kami tumbuhkan untuk kamu kebun-kebun kurma dan anggur, di dalam kebun-kebun itu kamu peroleh buah-buahan yang banyak dan sebagian dari buah-buahan itu kamu makan

dan pohon kayu ke luar dari Thursina (pohon zaitun), yang menghasilkan minyak, dan menjadi kuah bagi orang-orang yang makan.

Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu, Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya, dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu, dan sebagian darinya kamu makan.

Demikian pula dalam memahami realitas di sekitar kita, logika kita juga mengatakan bahwa binatang dan tumbuhan juga diciptakan Allah untuk manusia. Apakah hal-hal yang mendukung ke arah kesimpulan tersebut?
Marilah kita amati satu per satu. Pernahkah kita berpikir kenapa pohon mangga berbuah sebanyak itu? Untuk dirinya sendiri ataukah untuk siapa?

Kalau hanya untuk kepentingan pohon mangga itu sendiri agaknya dia tidak perlu berbuah sebanyak itu. Katakanlah, pohon mangga perlu berbuah untuk menyambung keturunannya, maka kenapakah dia harus berbuah ratusan. Cukup beberapa saja, maka itu sudah memadai.

Namun, yang kita lihat pohon mangga berbuah begitu banyak. Jauh melebihi kebutuhannya sendiri. Untuk siapa? Rasanya tidak mungkin untuk binatang. Karena kebutuhan binatang juga tidak terlalu banyak, katakanlah codot. Berapa banyak sih codot yang memakan buah mangga. Sungguh pohon mangga tidak perlu berbuah sebanyak itu. Kecuali hanya satu jawabannya, yaitu : pohon mangga memproduksi buah sebanyak itu untuk kesenangan hidup manusia!

Bahkan bukan hanya dari segi jumlah. Jenis pohon mangga juga demikian banyaknya. Ada mangga Gadung, mangga Golek, Arumanis, Manalagi, dan lain sebagainya yang saya tidak bisa menyebutkan satu persatu. Semuanya memiliki rasa yang berbeda dan khas.

Kenapa mesti ada bermacam-macam jenis mangga? Untuk siapa semua itu diciptakan? Jawabannya hanya satu, untuk manusia!
.
Buah-buahan. Bukan hanya mangga. Ada ribuan, jenis buah di permukaan Bumi ini. Dan cobalah lihat, semuanya berbuah demikian banyak. Terlalu banyak kalau hanya untuk kepentingan pohon itu sendiri.

Durian, jeruk, jambu, pear, kelengkeng, rambutan, semangka, apokat, anggur, dan ribuan lagi jenis buah yang ada di berbagai belahan Bumi ini. Semuanya diciptakan Allah untuk kesenangan dan keperluan manusia.

Dan tentu bukan hanya buah-buahan. Tanaman demikian banyak ragamnya ada sayuran, ada kayu kayuan, ada obat obatan, ada tanaman. hias, ada tanaman perdu, ada tanaman hama, ada tanaman penghasil biji bijian, dan ribuan atau jutaan lagi jenis yang tersebar di seantero bumi. Semuanya tidak lain, kecuali diciptakan hanya untuk manusia.

Bukan hanya tumbuh tumbuhan. Binatang juga demikian. Pernahkah kita mengamati sapi perah. Dan, pernahkah kita juga bertanya, untuk apa dan untuk siapa sapi perah itu menghasilkan susu sedemikian banyaknya. Kalau hanya untuk anaknya, pasti tidak perlu sedemikian banyak.

Anak sapi hanya butuh sedikit saja tiap harinya. Dan itu pun ketika anak sapi masih kecil. Ketika sudah dewasa, anak sapi itu tidak butuh lagi susu dari induknya. Namun toh demikian, produksi susu sapi perah itu berjalan terus. Sekali lagi tidak ada jawaban lain dalam kasus ini. Jawabannya hanya satu : semua itu diciptakan Allah untuk manusia. Supaya manusia memperoleh minuman bergizi darinya. Supaya manusia mendirikan pabrik pengolahan susu. Dan supaya, muncul lapangan pekerjaan baru dimana manusia lantas bisa berinteraksi secara dinamis dalam kehidupannya.

Juga, pernahkah kita mencermati lebah. Siapakah yang menyuruhnya mengumpulkan madu. Dan untuk siapa? Padahal makanan lebah bukanlah madu. Lebah memakan nektar bunga. Tapi dia bersusah payah mencari madu dari berbagai jenis bunga untuk dikumpulkan di sarangnya. Untuk siapakah madu itu?

Madu itu demikian bermanfaat buat kehidupan manusia, dan 'tidak terlalu' bermanfaat untuk kehidupan lebah. Kenapa mereka mesti mengumpulkan demikian banyak? Sekali lagi, jawabannya tidak ada yang lain : memang Allah menciptakan lebah dan madu untuk kepentingan manusia.

Jika kasus kasus ini kita perluas ke berbagai jenis binatang, kita juga akan menemui jawaban yang sama. Kenapa mesti ada harimau, kenapa mesti ada babi hutan, kijang, kerbau, unta, kuda, jutaan jenis ikan dan burung, ular dan reptilia, serangga, dan miliaran binatang lainnya. Semuanya, tidak ada kecuali, diciptakan Allah untuk kenikmatan hidup manusia. (Dahlia Putri)

0 komentar:

 
Terimakasih Atas kunjungan Anda, Semoga Semuanya Dapat Memberikan Manfaat Bagi Kita Semua