(Persembahan Untuk Para Sahabat)
Sahabat adalah dorongan ketika engkau hampir berhenti, petunjuk jalan ketika engkau tersesat, membiaskan senyuman sabar ketika engkau berduka, memapahmu saat engkau hampir tergelincir dan mengalungkan butir-butir mutiara doa pada dadamu...Ikhwan and akhwat...moga hati kita dipertautkan karena-Nya
Terimakasih Telah Menjadi Sahabat Dalam Hidup kami

rss

Senin, 07 Januari 2008

Tepiskan Dunia dari Qalbumu…

Mengikuti Pengajian Syeikh Abdul Qadir al-Jilany Hari Jumat Pagi, 10 Syawal 545 H. di Madrasahnya

Wahai kaum Sufi, kenalilah Allah dan jangan sampai kalian tidak mengenalNya. Taatilah Allah jangan sampai bermaksiat padaNya. Berselaraslah dengan Allah jangan kontra padaNya. Ridlolah terhadap rencana Allah dan jangan menentangNya.

Ma’rifatlah kepada Allah atas ciptaNya. Dialah Yang Maha Mencipta, Yang Maha memberi Rizki, Yang Maha Awal dan Maha Akhir, Maha Dzohir dan Maha Batin, Yang Maha Dahulu Yang Awal dan Maha Abadi, Yang Maha berbuat sesuai dengan kehendakNya.

“Allah tidak ditanya atas apa yang diperbuatNya, tetapi mereka akan ditanya (apa yang mereka lakukan).” (Al-Ambiya’ 23)
Dialah Yang Maha Memberi kekayaan dan Maha Dibutuhkan. Dialah Yang Memberi manfaat, Memberi Kehidupan, Mematikan, Memberi siksaan dan Ketakutan serta harapan. Takutlah padaNya dan jangan takut pada lainNya.
Berharaplah padaNya jangan berharap selainNya. Berjalanlah menurut lingkaran KekuasaanNya dan hikmahNya hingga dirimu terliput oleh Kuasa dan Hikmah itu sendiri.

Beradablah dengan cara yang lebih tegas, hitam dan putih sampai antara dirimu dan DiriNya terjadi kelangsungan, maka kalian akan terjaga, dengan berada di balik konteks tersembunyi aturan syari’at, bukan formalismenya. Dan untuk sampai ke sini, tidak akan diraih kecuali oleh orang-orang yang saleh. Kami tidak ingin keluar dari jalur syar’i, dan hal ini tidak diketahui kecuali oleh orang yang masuk di dalamnya. Adapun dengan hanya satu sifat saja, anda tidak akan mengetahuinya.

Jadikan seluruh perkara anda berada di hadapan Rasulullah saw, terikat oleh garis di bawah perintah dan larangan dan jejaknya, hingga kalian semua dipanggil oleh Yang Maha Diraja, maka saat itulah kalian semua memohon izin Rasulullah saw, dan masuklah di hadapannya. Kenapa seseorang disebut abdaal (sang pengganti), karena mereka ini tidak mengendaki sama sekali, suatu kehendak di sisi Allah Azza wa-Jalla.
Dan mereka tidak pernah meminta pilihan ketika berada pada pilihan Allah Ta’ala. Mereka tetap berada dalam jalur aturan dzohir, dan mengenal aktifitas amaliyah dzohir, lalu mereka secara khusus menjalankan amaliyah khusus pula.

Sebagaimana mereka menaiki derajat dan posisi mereka, maka bertambah pula perintah dan larangan mereka, sampai pada tahap dimana perintah dan larangan tidak ada, bahkan seluruh perintah syariat teraksentuasi dalam diri mereka dan disandarkan pada mereka, sementara mereka termakzulkan. Mereka senantiasa dalam keleburan bersama Allah Azza wa-Jalla.

Mereka hadir dalam kesadaran, pada suatu waktu ketika perintah dan larangan syara’ yang terus menjaganya hingga mereka tidak sama sekali merobohkan aturan syariat. Sebab meninggalkan ibadah-ibadah fardlu itu berarti zindiq, dan terus menerus berdosa itu merupakan kemaksiatan. Ibadah Fardlu tidak bisa digugurkan oleh ahwal ruhani.

Wahai anak-anakku, amalkan hukum dan ilmuNya, jangan sampai kalian keluar jalur, jangan lupa pada janjimu. Perangilah hawa nafsumu, syetanmu, watakmu dan duniawimu. Jangan putus asa pada pertolongan Allah Azza wa-Jalla, karena pertolongan itu akan datang pada kalian dengan keteguhan kalian, sebagaimana firmanNya:
“Sesungguhnya Allah menyertai orang-orang yang sabar” (al-Baqarah: 153, al-Anfaal 46), dan “Sesungguhnya golongan Allah itulah yang menang.” (Al-Maidah 56), dan “Orang-orang yang memerangi nafsunya menuju Kami, bakal Kami tunjukkan Jalan-jalan Kami.” (Al-Ankabut: 69)

Kekanglah ucapan nafsumu ketika mengadu kepada sesama makhluk. Mengadulah kepada Allah Ta’ala saja, adukan sesama makhluk itu kepada Allah agar bisa taat kepadaNya jauh dari maksiat padaNya. Karena anda mencegah mereka dari kesesatan, bid’ah dan menuruti hawa nafsu. Anda semua memerintah mereka untuk mengikuti Kitab dan Sunnah Rasulullah SAW.

Wahai kaum Sufi, hormatilah Kitab Allah Azza wa-Jalla dan bersikap sopanlah di hadapanNya. Kitab itulah yang menghubungkan kalian dengan Allah Azza wa-Jalla. Jangan kalian jadikan Al-Qur’an itu sebagai makhluk. Allah berfirman, “Ini adalah KalamKu…” Sedangkan kalian menganggap bukan? Siapa yang menolak Allah dan menjadikan Qur’an sebagai makhluk telah benar-benar kafir pada Allah Azza wa-Jalla. Inilah Al-Quran yang dibaca, yang di eja, yang didengar, yang ditulis dalam mushhaf, yaitu Kalam allah Azza wa-Jalla. Imam Syafi’I dan Imam Ahmad bin Hambal mengatakan, “Pena itu makhluk, dan yang tertulis itu bukan makhluk. Qalbu itu makhluk tetapi yang terjaga dalam qalbu itu bukan makhluk.”

Ambilah nasehat dari Al-Qur’an dengan cara mengamalkannya, bukan cara berdebat tentang Al-Qur’an. Akidah itu kata yang sedikit tetapi amal itu banyak. Hendaknya anda mengimani Al-Qur’an, anda akan benar hati anda, dan anda akan mengamalkan melalui fisik anda. Sibukkan diri anda dengan hal-hal yang berguna bagi anda, dan jangan berpaling pada akal dangkal anda yang rendah.

Kalamullah yang manqul tidak bisa disimpulkan lewat ma’qul (lewat akal). Nash tidak bisa dibiarkan dengan hanya bertumpu qiyas. Janganlah anda meninggalkan yang jelas, hanya dengan memilih pengakuan-pengakuan, sedangkan harta manusia saja tidak bisa diambil kecuali dengan transaksi yang jelas, bukan lewat pengakuan-pengakuan. Nabi saw. bersabda, “Kalau manusia mengambil sesuatu lewat pengakuan-pengakuannya (klaim) pasti akan terjadi suatu klaim dari kaum pada kaum lainnya atas hutang darah dan harta. Tetapi bukti ada pada yang mengaku, dan sumpah pada yang mengingkari.” (Hr Bukhari)

Ucapan tidak ada gunanya dan jika hati kita buta. Sabda Nabi SAW : “ Yang lebih aku khawatirkan dari ummatku, adalah ucapan dari orang pintar yang munafiq.”

Wahai Ulama, wahai si bodoh, wahai orang yang hadir dan tidak hadir, malulah kalian semua pada Allah. Pandanglah Allah dengan hati kalian, hinakan dirimu padaNya. Jalankanlah dirimu di jalan-jalan kepastianNya, dan disiplinkan rasa syukur atas nikmatNya, dan raihlah pencahayaan dalam gelap, ketika beribadah padaNya. Bila sudah kau dapatkan, kalian dapat kemuliaan dan syurga Allah Azza wa-Jalla di dunia maupun di akhirat.

Anak-anak sekalian…. Seriuslah anda, jangan sampai ada yang tersisa di hatimu, rasa senang pada dunia. Jika sudah mampu demikian, jangan anda biarkan nafsu menempel di hatimu. Kalau engkau lupa, segera ingat, kalau alpa segera bangkit. Karena nafsu tidak membiarkan diri anda untuk menghadap Allah. Siapa pun yang bisa merasakan ini, akan meraih ma’rifat. Suatu model pribadi langka, yang hatinya tak berpijak pada sesama makhluk.

Wahai golongan munafik yang tertimpa bencana di hatinya. Ingatlah kaum Sufi itu ketika memandang dengan mata hati kepada selain Allah Azza wa-Jalla, mereka menyerahkan keselamatannya untuk kembali kepadaNya dan melemparkan dirinya di haribaanNya, dan ucapannya terputus dari selain DiriNya. Hingga waktu berganti, hari, bulan dan tahun terus menerus tanpa hentinya memandang Allah Azza wa-Jalla.
Merekalah makhluk Allah paling cerdas, Seandainya anda melihat mereka, pasti anda mengatakan mereka itu gila. Sebaliknya jika mereka memandang kalian, pasti mereka katakan, “Sungguh orang-orang ini tidak selamat di hari qiyamat nanti.”

Hati para Sufi senantiasa takut dan penuh pengagungan remuk redam di hadapan Allah Ta’ala. Ketika hati mereka terbuka oleh keagungan dan kebesaranNya, bertambah pula rasa takutnya, hampir-hampir hatinya hangus dan tulang-tulangnya berserak. Bila Allah memandang mereka, terbukalah pintu-pintu RahmatNya, KeindahanNya, KelembutanNya, dan menjadi harapan baginya dalam kedamaian mereka.

Tak ada yang lebih kucintai ketimpang orang yang mencari akhirat dan mencari Allah Azza wa-Jalla. Sedangkan pemburu dunia, makhluk dan nafsu, hawa kesenangan, sungguh aku tak suka, kecuali aku datang untuk mengobatinya, karena mereka ini sakit, dan tak ada yang lebih sabar menghadapi si sakit kecuali seorang dokter.

Wah celaka anda ini. Anda sembunyikan perkara anda dari saya, padahal Allah melihat yang tersembunyi. Tampaknya anda memburu akhirat, tapi sebenarnya anda memburu dunia. Keruwetan di hatimu tertulis di lambungmu, rahasiamu dalam ketampakanmu/ Dinar di tanganmu berubah jadi perak. Jangan kau sembunyikan semua karena saya melihat banyak di sana. Serahkan padaku sampai ku bersihkan dan sisanya aku lemparkan. Sedikit yang bagus lebih baik dibanding banyak yang kotor. Bawa dinharmu ke mari, saya akan bersihkan dan saya punya alat pembersih.

Tobatlah kalian dari riya’ dan nifaq. Karenanya sebagian sufi mengatakan, ikhlas itu tidak dikenal kecuali oleh orang yang riya’. Dan orang yang sangat langka adalah orang yang ikhlas dari awal hingga akhir.
Anak kecil awalnya berbohong dan bermain-main dengan debu dan najis, mereka terjatuh pada kotoran, dan mereka juga sering mencuri-curi dari ayah bundanya, mereka berjalan dengan lagak. Ketika sudah dewasa akalnya mereka tinggalkan sedikit demi sedikit, kemudian berlaku sopan kepada ayah bundanya.

Siapa yang dikehendaki baik oleh Allah ia akan memiliki adab dan meninggalkan hal-hal yang tak sopan di hadapanNya. Siapa yang dikehendaki buruk ia tetap hidup sebagaimana kehancurannya, baik di dunia maupun di akhirat, Allah menciptakan penyakit dan obat. Penyakitnya adalah maksiat, dan obatnya adalah to’at. Zalim itu penyakit, obatnya menegakkan keadilan. Salah itu penyakit, obatnya benar. Kontra dengan Allah itu penyakit, obatnya adalah tobat dari mabuk dosa.

Obat menjadi sempurna, manakala anda bisa memisahkan diri anda (hati anda) dari tempelan makhluk dan hatimu bersambung pada Allah Azza wa-Jalla. Keluhuran anda sampai di langit, walau hunian anda di bumi. Hatimu sendiri bersama Allah, walau jasadmu bersama makhluk. Jangan sampai hatimu dikendalikan nafsumu dan ditunggangi.

Jika nafsu tidak patuh pada anda untuk taat kepada Allah Azza wa-Jalla, maka anda harus latih dengan rasa lapar dan dahaga, hina dan telanjang jiwa, serta khalwat di tempat yang tidak nyaman bagi makhluk. Jangan berhenti sampai anda benar-benar tenteram bersama Allah Azza wa-Jalla. Jika sudah tenteram anda jangan membuat sambungan lagi yang membuat anda alpa kembali.

Anda mungkin sudah berbuat ini dan itu, tapi jika hati anda tidak komitmen pada tujuan, yaitu berselaras dengan Kehendak Allah dan meninggalkan maksiat padaNya, akan selalu remuk redam. Karena itu lahir dan batinmu itu untuk Allah, hingga berselaras dalam kepatuhan padaNya tanpa maksiat, syukur tanpa kufur, dzikir tanpa lupa, baik tanpa buruk.

Tak ada untung di hatimu, kalau hatimu masih bertengger makhluk. Seandainya anda bersujud seribu tahun di atas batu, sementara hatimu menghadap selain Allah, tak ada gunanya amaliyah anda, karena anda mencintai selain Dia. Janganlah anda memohon CintaNya sampai dalam diri anda terhapus dari semuanya selain Dia. Bagaimana anda berzuhud hati anda, sedangkan di hati anda masih banyak hal-hal lain? Ingatlah bahwa Allah melihat apa yang ada dibalik alam semesta ini. Bagaimana anda bisa katakan tawakkal kepada Allah sedangkan hati anda tidak sama sekali? Anda betawakal selain Allah?
Anak-anak sekalian, jangan sampai anda terpedaya pada sifat lembutnya Allah azza wa-Jalla sedangkan pukulan dan siksaNya begitu dahsyat…Jangan pula terpedaya oleh para Ulama yang bodoh kepada Allah Azza wa-Jalla. Ilmunya justru menyiksa mereka, bukan membahagiakan mereka. Mereka para Ulama yang pandai akan hukum A
Tepiskan Dunia dari Qalbumu…

Mengikuti Pengajian Syeikh Abdul Qadir al-Jilany Hari Jumat Pagi, 10 Syawal 545 H. di Madrasahnya

Wahai kaum Sufi, kenalilah Allah dan jangan sampai kalian tidak mengenalNya. Taatilah Allah jangan sampai bermaksiat padaNya. Berselaraslah dengan Allah jangan kontra padaNya. Ridlolah terhadap rencana Allah dan jangan menentangNya.

Ma’rifatlah kepada Allah atas ciptaNya. Dialah Yang Maha Mencipta, Yang Maha memberi Rizki, Yang Maha Awal dan Maha Akhir, Maha Dzohir dan Maha Batin, Yang Maha Dahulu Yang Awal dan Maha Abadi, Yang Maha berbuat sesuai dengan kehendakNya.

“Allah tidak ditanya atas apa yang diperbuatNya, tetapi mereka akan ditanya (apa yang mereka lakukan).” (Al-Ambiya’ 23)
Dialah Yang Maha Memberi kekayaan dan Maha Dibutuhkan. Dialah Yang Memberi manfaat, Memberi Kehidupan, Mematikan, Memberi siksaan dan Ketakutan serta harapan. Takutlah padaNya dan jangan takut pada lainNya.
Berharaplah padaNya jangan berharap selainNya. Berjalanlah menurut lingkaran KekuasaanNya dan hikmahNya hingga dirimu terliput oleh Kuasa dan Hikmah itu sendiri.

Beradablah dengan cara yang lebih tegas, hitam dan putih sampai antara dirimu dan DiriNya terjadi kelangsungan, maka kalian akan terjaga, dengan berada di balik konteks tersembunyi aturan syari’at, bukan formalismenya. Dan untuk sampai ke sini, tidak akan diraih kecuali oleh orang-orang yang saleh. Kami tidak ingin keluar dari jalur syar’i, dan hal ini tidak diketahui kecuali oleh orang yang masuk di dalamnya. Adapun dengan hanya satu sifat saja, anda tidak akan mengetahuinya.

Jadikan seluruh perkara anda berada di hadapan Rasulullah saw, terikat oleh garis di bawah perintah dan larangan dan jejaknya, hingga kalian semua dipanggil oleh Yang Maha Diraja, maka saat itulah kalian semua memohon izin Rasulullah saw, dan masuklah di hadapannya. Kenapa seseorang disebut abdaal (sang pengganti), karena mereka ini tidak mengendaki sama sekali, suatu kehendak di sisi Allah Azza wa-Jalla.
Dan mereka tidak pernah meminta pilihan ketika berada pada pilihan Allah Ta’ala. Mereka tetap berada dalam jalur aturan dzohir, dan mengenal aktifitas amaliyah dzohir, lalu mereka secara khusus menjalankan amaliyah khusus pula.

Sebagaimana mereka menaiki derajat dan posisi mereka, maka bertambah pula perintah dan larangan mereka, sampai pada tahap dimana perintah dan larangan tidak ada, bahkan seluruh perintah syariat teraksentuasi dalam diri mereka dan disandarkan pada mereka, sementara mereka termakzulkan. Mereka senantiasa dalam keleburan bersama Allah Azza wa-Jalla.

Mereka hadir dalam kesadaran, pada suatu waktu ketika perintah dan larangan syara’ yang terus menjaganya hingga mereka tidak sama sekali merobohkan aturan syariat. Sebab meninggalkan ibadah-ibadah fardlu itu berarti zindiq, dan terus menerus berdosa itu merupakan kemaksiatan. Ibadah Fardlu tidak bisa digugurkan oleh ahwal ruhani.

Wahai anak-anakku, amalkan hukum dan ilmuNya, jangan sampai kalian keluar jalur, jangan lupa pada janjimu. Perangilah hawa nafsumu, syetanmu, watakmu dan duniawimu. Jangan putus asa pada pertolongan Allah Azza wa-Jalla, karena pertolongan itu akan datang pada kalian dengan keteguhan kalian, sebagaimana firmanNya:
“Sesungguhnya Allah menyertai orang-orang yang sabar” (al-Baqarah: 153, al-Anfaal 46), dan “Sesungguhnya golongan Allah itulah yang menang.” (Al-Maidah 56), dan “Orang-orang yang memerangi nafsunya menuju Kami, bakal Kami tunjukkan Jalan-jalan Kami.” (Al-Ankabut: 69)

Kekanglah ucapan nafsumu ketika mengadu kepada sesama makhluk. Mengadulah kepada Allah Ta’ala saja, adukan sesama makhluk itu kepada Allah agar bisa taat kepadaNya jauh dari maksiat padaNya. Karena anda mencegah mereka dari kesesatan, bid’ah dan menuruti hawa nafsu. Anda semua memerintah mereka untuk mengikuti Kitab dan Sunnah Rasulullah SAW.

Wahai kaum Sufi, hormatilah Kitab Allah Azza wa-Jalla dan bersikap sopanlah di hadapanNya. Kitab itulah yang menghubungkan kalian dengan Allah Azza wa-Jalla. Jangan kalian jadikan Al-Qur’an itu sebagai makhluk. Allah berfirman, “Ini adalah KalamKu…” Sedangkan kalian menganggap bukan? Siapa yang menolak Allah dan menjadikan Qur’an sebagai makhluk telah benar-benar kafir pada Allah Azza wa-Jalla. Inilah Al-Quran yang dibaca, yang di eja, yang didengar, yang ditulis dalam mushhaf, yaitu Kalam allah Azza wa-Jalla. Imam Syafi’I dan Imam Ahmad bin Hambal mengatakan, “Pena itu makhluk, dan yang tertulis itu bukan makhluk. Qalbu itu makhluk tetapi yang terjaga dalam qalbu itu bukan makhluk.”

Ambilah nasehat dari Al-Qur’an dengan cara mengamalkannya, bukan cara berdebat tentang Al-Qur’an. Akidah itu kata yang sedikit tetapi amal itu banyak. Hendaknya anda mengimani Al-Qur’an, anda akan benar hati anda, dan anda akan mengamalkan melalui fisik anda. Sibukkan diri anda dengan hal-hal yang berguna bagi anda, dan jangan berpaling pada akal dangkal anda yang rendah.

Kalamullah yang manqul tidak bisa disimpulkan lewat ma’qul (lewat akal). Nash tidak bisa dibiarkan dengan hanya bertumpu qiyas. Janganlah anda meninggalkan yang jelas, hanya dengan memilih pengakuan-pengakuan, sedangkan harta manusia saja tidak bisa diambil kecuali dengan transaksi yang jelas, bukan lewat pengakuan-pengakuan. Nabi saw. bersabda, “Kalau manusia mengambil sesuatu lewat pengakuan-pengakuannya (klaim) pasti akan terjadi suatu klaim dari kaum pada kaum lainnya atas hutang darah dan harta. Tetapi bukti ada pada yang mengaku, dan sumpah pada yang mengingkari.” (Hr Bukhari)

Ucapan tidak ada gunanya dan jika hati kita buta. Sabda Nabi SAW : “ Yang lebih aku khawatirkan dari ummatku, adalah ucapan dari orang pintar yang munafiq.”

Wahai Ulama, wahai si bodoh, wahai orang yang hadir dan tidak hadir, malulah kalian semua pada Allah. Pandanglah Allah dengan hati kalian, hinakan dirimu padaNya. Jalankanlah dirimu di jalan-jalan kepastianNya, dan disiplinkan rasa syukur atas nikmatNya, dan raihlah pencahayaan dalam gelap, ketika beribadah padaNya. Bila sudah kau dapatkan, kalian dapat kemuliaan dan syurga Allah Azza wa-Jalla di dunia maupun di akhirat.

Anak-anak sekalian…. Seriuslah anda, jangan sampai ada yang tersisa di hatimu, rasa senang pada dunia. Jika sudah mampu demikian, jangan anda biarkan nafsu menempel di hatimu. Kalau engkau lupa, segera ingat, kalau alpa segera bangkit. Karena nafsu tidak membiarkan diri anda untuk menghadap Allah. Siapa pun yang bisa merasakan ini, akan meraih ma’rifat. Suatu model pribadi langka, yang hatinya tak berpijak pada sesama makhluk.

Wahai golongan munafik yang tertimpa bencana di hatinya. Ingatlah kaum Sufi itu ketika memandang dengan mata hati kepada selain Allah Azza wa-Jalla, mereka menyerahkan keselamatannya untuk kembali kepadaNya dan melemparkan dirinya di haribaanNya, dan ucapannya terputus dari selain DiriNya. Hingga waktu berganti, hari, bulan dan tahun terus menerus tanpa hentinya memandang Allah Azza wa-Jalla.
Merekalah makhluk Allah paling cerdas, Seandainya anda melihat mereka, pasti anda mengatakan mereka itu gila. Sebaliknya jika mereka memandang kalian, pasti mereka katakan, “Sungguh orang-orang ini tidak selamat di hari qiyamat nanti.”

Hati para Sufi senantiasa takut dan penuh pengagungan remuk redam di hadapan Allah Ta’ala. Ketika hati mereka terbuka oleh keagungan dan kebesaranNya, bertambah pula rasa takutnya, hampir-hampir hatinya hangus dan tulang-tulangnya berserak. Bila Allah memandang mereka, terbukalah pintu-pintu RahmatNya, KeindahanNya, KelembutanNya, dan menjadi harapan baginya dalam kedamaian mereka.

Tak ada yang lebih kucintai ketimpang orang yang mencari akhirat dan mencari Allah Azza wa-Jalla. Sedangkan pemburu dunia, makhluk dan nafsu, hawa kesenangan, sungguh aku tak suka, kecuali aku datang untuk mengobatinya, karena mereka ini sakit, dan tak ada yang lebih sabar menghadapi si sakit kecuali seorang dokter.

Wah celaka anda ini. Anda sembunyikan perkara anda dari saya, padahal Allah melihat yang tersembunyi. Tampaknya anda memburu akhirat, tapi sebenarnya anda memburu dunia. Keruwetan di hatimu tertulis di lambungmu, rahasiamu dalam ketampakanmu/ Dinar di tanganmu berubah jadi perak. Jangan kau sembunyikan semua karena saya melihat banyak di sana. Serahkan padaku sampai ku bersihkan dan sisanya aku lemparkan. Sedikit yang bagus lebih baik dibanding banyak yang kotor. Bawa dinharmu ke mari, saya akan bersihkan dan saya punya alat pembersih.

Tobatlah kalian dari riya’ dan nifaq. Karenanya sebagian sufi mengatakan, ikhlas itu tidak dikenal kecuali oleh orang yang riya’. Dan orang yang sangat langka adalah orang yang ikhlas dari awal hingga akhir.
Anak kecil awalnya berbohong dan bermain-main dengan debu dan najis, mereka terjatuh pada kotoran, dan mereka juga sering mencuri-curi dari ayah bundanya, mereka berjalan dengan lagak. Ketika sudah dewasa akalnya mereka tinggalkan sedikit demi sedikit, kemudian berlaku sopan kepada ayah bundanya.

Siapa yang dikehendaki baik oleh Allah ia akan memiliki adab dan meninggalkan hal-hal yang tak sopan di hadapanNya. Siapa yang dikehendaki buruk ia tetap hidup sebagaimana kehancurannya, baik di dunia maupun di akhirat, Allah menciptakan penyakit dan obat. Penyakitnya adalah maksiat, dan obatnya adalah to’at. Zalim itu penyakit, obatnya menegakkan keadilan. Salah itu penyakit, obatnya benar. Kontra dengan Allah itu penyakit, obatnya adalah tobat dari mabuk dosa.

Obat menjadi sempurna, manakala anda bisa memisahkan diri anda (hati anda) dari tempelan makhluk dan hatimu bersambung pada Allah Azza wa-Jalla. Keluhuran anda sampai di langit, walau hunian anda di bumi. Hatimu sendiri bersama Allah, walau jasadmu bersama makhluk. Jangan sampai hatimu dikendalikan nafsumu dan ditunggangi.

Jika nafsu tidak patuh pada anda untuk taat kepada Allah Azza wa-Jalla, maka anda harus latih dengan rasa lapar dan dahaga, hina dan telanjang jiwa, serta khalwat di tempat yang tidak nyaman bagi makhluk. Jangan berhenti sampai anda benar-benar tenteram bersama Allah Azza wa-Jalla. Jika sudah tenteram anda jangan membuat sambungan lagi yang membuat anda alpa kembali.

Anda mungkin sudah berbuat ini dan itu, tapi jika hati anda tidak komitmen pada tujuan, yaitu berselaras dengan Kehendak Allah dan meninggalkan maksiat padaNya, akan selalu remuk redam. Karena itu lahir dan batinmu itu untuk Allah, hingga berselaras dalam kepatuhan padaNya tanpa maksiat, syukur tanpa kufur, dzikir tanpa lupa, baik tanpa buruk.

Tak ada untung di hatimu, kalau hatimu masih bertengger makhluk. Seandainya anda bersujud seribu tahun di atas batu, sementara hatimu menghadap selain Allah, tak ada gunanya amaliyah anda, karena anda mencintai selain Dia. Janganlah anda memohon CintaNya sampai dalam diri anda terhapus dari semuanya selain Dia. Bagaimana anda berzuhud hati anda, sedangkan di hati anda masih banyak hal-hal lain? Ingatlah bahwa Allah melihat apa yang ada dibalik alam semesta ini. Bagaimana anda bisa katakan tawakkal kepada Allah sedangkan hati anda tidak sama sekali? Anda betawakal selain Allah?
Anak-anak sekalian, jangan sampai anda terpedaya pada sifat lembutnya Allah azza wa-Jalla sedangkan pukulan dan siksaNya begitu dahsyat…Jangan pula terpedaya oleh para Ulama yang bodoh kepada Allah Azza wa-Jalla. Ilmunya justru menyiksa mereka, bukan membahagiakan mereka. Mereka para Ulama yang pandai akan hukum Allah, tapi bodoh pada Allah Azza wa-Jalla.

Mereka memerintahkan kebaikan tapi tidak menjalaninya, melarang kemungkaran tapi malah melanggarnya. Mereka bermohon kepada Allah, tapi hatinya malah lari dariNya, bergelimang dosa dan kesalahan. Nama-nama mereka ada pada saya, dan tercatat dalam sejarah.
Ya Allah terimalah tobat mereka dan tobat kami. Anugerahilah kami bagi Nabiu sayyidina Muhammad saw, dan bapak kami Ibrahim as. Ya Allah jangan sampai diantara kami saling menguasai, tetapi limpahilan antara kami saling memberikan manfaat, dan masukkanlah kami dalam rahmatMu…Amin.
llah, tapi bodoh pada Allah Azza wa-Jalla.

Mereka memerintahkan kebaikan tapi tidak menjalaninya, melarang kemungkaran tapi malah melanggarnya. Mereka bermohon kepada Allah, tapi hatinya malah lari dariNya, bergelimang dosa dan kesalahan. Nama-nama mereka ada pada saya, dan tercatat dalam sejarah.
Ya Allah terimalah tobat mereka dan tobat kami. Anugerahilah kami bagi Nabiu sayyidina Muhammad saw, dan bapak kami Ibrahim as. Ya Allah jangan sampai diantara kami saling menguasai, tetapi limpahilan antara kami saling memberikan manfaat, dan masukkanlah kami dalam rahmatMu…Amin. (Bahrul Ulum)

0 komentar:

 
Terimakasih Atas kunjungan Anda, Semoga Semuanya Dapat Memberikan Manfaat Bagi Kita Semua