(Persembahan Untuk Para Sahabat)
Sahabat adalah dorongan ketika engkau hampir berhenti, petunjuk jalan ketika engkau tersesat, membiaskan senyuman sabar ketika engkau berduka, memapahmu saat engkau hampir tergelincir dan mengalungkan butir-butir mutiara doa pada dadamu...Ikhwan and akhwat...moga hati kita dipertautkan karena-Nya
Terimakasih Telah Menjadi Sahabat Dalam Hidup kami

rss

Sabtu, 29 Maret 2008

Awal Tanam, Petani Kesulitan Pupuk

PATI-Setelah dihadapkan dengan bencana banjir beberapa waktu lalu,
kini petani di sebagian Kecamatan Jakenan dihadapkan dengan persoalan
kesulitan mendapatkan pupuk urea.

Dalam beberapa pekan terakhir, petani terpaksa menunda pemupukan untuk
tanaman padinya.Jasmin, petani asal Desa Kalimulyo, Kecamatan Jakenan
mengemukakan, dirinya belum bisa memupuk tanamannya karena belum
kebagian urea. Padahal, umur tanamannya telah mencapai sebulan.

"Saat butuh pupuk, malah barangnya tidak ada. Kalaupun ada hanya di
kios di luar pengecer resmi dan harganya melebihi HET (harga eceran
tertinggi-Red) ," ujar dia, Rabu (26/3).

Lebih lanjut, petani yang memiliki lahan kurang dari satu hektare ini
menjelaskan, urea PKT yang dibeli dari kios tersebut seharga Rp 75
ribu/sak. Dia terpaksa membelinya lantaran barang di pengecer resmi
kosong.

Keluhan serupa diungkapkan petani Desa Sembaturagung, Kecamatan
Jakenan Sukardi. Menurutnya, dia juga tak punya pilihan lain untuk
membeli pupuk di kios non pengecer resmi agar tanaman padinya tetap
bisa dipupuk.

"Kalau menunggu di pengecer resmi waktunya lama dan tidak tentu. Dan
jika sudah antre belum tentu kebagian karena jumlahnya terbatas," katanya.
Antrean penebusan urea kemarin tampak di pengecer resmi UD Mulya Tani
Desa Glonggong, Kecamatan Jakenan. Puluhan petani rela menunggu
giliran beberapa waktu untuk mendapatkan pupuk.

"Kalau tidak antre tidak bisa dapat. Ini saja datangnya terlambat,
karena tanaman saya sudah berumur sebulan tapi belum bisa mindoni
(pemupukan kedua-Red)," tandas petani setempat Supar.

Sesuai Jadwal

Terpisah, Kepala Cabang Pemasaran PT Pertani (Persero) Pati Mulyanto
mengatakan, distribusi yang dilakukannya telah sesuai jadwal yang ada.
Sehingga, kelangkaan yang dikeluhkan masyarakat tersebut adalah tidak
benar.
"Kami gilir pengirimannya di Kecamatan Jakenan, Pucakwangi, dan
Juwana. Ini demi pemerataan karena kebutuhannya serentak," jelas dia
saat ditemui di Kantornya.

Untuk memperlancar dan meratakan peyaluran, pihaknya saat ini telah
menambah pengecer resminya menjadi 33 kios. Bersamaan dengan itu,
pihaknya juga memperketat pengawasan kepada para pengecer tersebut
agar penyaluran pupuk tidak salah sasaran.

"Kalau masalah banyaknya urea PKT di kios nonpengecer resmi itu di
luar kewenangan kami. Sebab, pengecer kami benar-benar dipantau dan
jika terbukti melanggar aturan akan kami tindak tegas,"
tandasnya.(H49- 36)http://www.suaramerdeka.com, LINTAS MURIA, 27 Maret 2008

0 komentar:

 
Terimakasih Atas kunjungan Anda, Semoga Semuanya Dapat Memberikan Manfaat Bagi Kita Semua