(Persembahan Untuk Para Sahabat)
Sahabat adalah dorongan ketika engkau hampir berhenti, petunjuk jalan ketika engkau tersesat, membiaskan senyuman sabar ketika engkau berduka, memapahmu saat engkau hampir tergelincir dan mengalungkan butir-butir mutiara doa pada dadamu...Ikhwan and akhwat...moga hati kita dipertautkan karena-Nya
Terimakasih Telah Menjadi Sahabat Dalam Hidup kami

rss

Kamis, 06 Maret 2008

Hak Seorang Muslim

(petikan dari tulisan Imam Al Ghazali)

Mula-mula hendaklah engkau memberi salam kepadanya, setiap kali bertemu denganya.

Hendaklah engkau mencintainya, sebagaimana engkau mencintai dirimu sendiri, ataupun engkau membencinya sebagaimana engkau membenci dirimu sendiri juga.

Jangan sekali-kali menyakiti sesama Muslimin dengan perbuatan atau percakapan.

Hendaklah engkau merendahkan diri terhadap Muslim yang lain, dan jangan berlaku sombong terhadapnya. Sabda Rasulullah s.a.w:

"Sesungguhnya Allah Ta’ala mewahyukan, agar kamu merendah diri, sehingga seorang kamu tiada membesarkan diri ke atas yang lainya."

Janganlah engkau mendengar berita-berita buruk yang disampaikan orang, yang berlaku antara satu dengan yang lain, ataupun menyampaikan berita-berita didengarnya itu dari seorang kepada yang lain.

Ada sebuah hadis yang berbunyi:

"Tidak akan masuk syurga orang yang suka menyampaikan berita-berita buruk kepada yang lain"

Jangan sampai tiada bertegur sapa terhadap seorang Muslim yang dikenalinya lebih dari tiga hari berturut turut, betapa pun dia marah kepada Muslim itu.

Rasulullah s.a.w:

"Tiadalah halal bagi seorang muslim meninggalkan (tidak bertegur sapa) saudaranya Muslim yang lain lebih dari tiga hari, mereka keduanya berjumpa lalu yang satu memalingkan muka dari yang lain, dan adalah sebaik-bail orang diantara keduanya ialah orang yang memulakan salam terlebih dahulu.”

Hendaklah engkau berbuat baik kepada semua orang sekadar kemampuanmu, tidak kira sama ada ia dari ahlinya (patut terima kebaikan itu) ataupun bukan ahlinya (tidak patut menerimanya).

Hendaklah engkau tidak memasuki rumah seseorang, melainkan sesudah engkau diizinkan masuk. Engkau boleh meminta izin sampai tiga kali saja, jika ia masih belum memberi izin, maka hendaklah engkau pulang.

Hendaklah engkau mempergauli semua manusia dengan budi pekerti yang luhur, dan melayan mereka menurut cara mereka suka.

Hendaklah engkau menghormati orang tua-tua, dan mengasihani anak-anak yang kecil.

Hendaklah engkau selalu bergembira, dan menunjukkan muka manis kepada orang ramai seraya berhati lunak.

Janganlah engkau berjanji dengan seseorang Muslim, melainkan engkau menetapi janji itu, tiada memungkirinya.

Rasulullah s.a.w bersabda:

"Janji itu adalah suatu pemberian"

Dan sabda Baginda yang lain:

"Janji itu adalah hutang"

Hendaklah engkau berlaku adil terhadap orang ramai, tiada dibuatnya sesuatu terhadap orang lain, jika ia tidak suka perkara yang sama diperlakukan kepada dirinya sendiri.

Rasulullah s.a.w bersabda kepada Abu Darda’, katanya: Wahai Abu Darda’! Lakukan yang baik kepada tetangga yang berjiran denganmu, nescaya engkau menjadi seorang Muslim yang sebenarya. Dan cintailah bagi semua orang apa yang engkau cintai bagi dirimu sendiri, dengan itu maka engkau menjadi seorang Muslim yang sejati.

Hendaklah engkau melebihkan penghormatanmu pada orang, yang menerusi gaya dan pakaiannya menunjukan bahawa ia seorang yang tinggi kedudukannya dalam masyarakat. Sebab setiap orang harus diberikan penghormatan menurut darjat kedudukannya.

Hendaklah engkau berusaha untuk mendamaikan perselisihan faham antara kaum Muslimin, dimana ada peluang untuk mendamaikan antara mereka.

Hendaklah engkau menutup celaan kaum Muslimin.

Hendaklah engkau menjauhkan diri dari tempat-tempat yang menimbulkan berbagai-bagai tomahan atau sangkaan buruk untuk menjaga hati orang ramai dari mengeluarkan tuduhan-tuduhan yang tidak baik, dan memelihara lidah-lidah mereka dari mengumpat. Kiranya mereka telah bermaksiat kepada Allah tersebab oleh kelakuanmu, maka bersyarikat engkau dengan dosa mereka itu.

Hendaklah engkau menolong orang-orang Muslimin yang mempunyai hajat dan keperluan, dan menjamin mereka kepada orang yang berpangkat, agar orang itu dapat menolongnya dan memenuhi hajat dan keperluannya sekadar termampu.

Rasulullah s.a.w bersabda:

"Jaminkanlah (hajat seseorang), nescaya kamu akan menerima pahala"

Hendaklah engkau memulakan salam kepada sesiapa yang engaku temui sebelum engkau mengajaknya bercakap-cakap. Sesudah itu hendaklah engkau berjabat tangan pula. Allah berfirman:

"Apabila kamu diberi salam dengan sesuatu salam, maka hendaklah kamu membalas salam itu dengan salam yang lebih baik, ataupun balaslah dengan salam yang seumpamanya"

Hendaklah engkau memelihara kehormatan kawanmu, dirinya dan harta bendanya dari penganiyaan orang lain sekadar kemampuanmu, menahan segala kesusahan, mempertahankannya dan menolongnya, sebab yang demikian itu wajib atasmu menurut dasar persaudaraan Islam.


Rasulullah s.a.w berabda:

" Tidak ada seorang Muslim pun yang menolong seorang Muslim yang lain dalam suatu keadaan di mana kehormatannya telah diceroboh, dan dirinya telah diperlakukan secara sewenang-wenang, melainkan Allah akan menolong orang itu dalam kesusahannya di tempat lain, di mana ia merasa perlu pertolongan itu dari Allah. Dan tidak ada seorang pun yang mengecewakan seorang Muslim yang lain dalam suatu keadaan, di mana kehormatannya telah diceroboh, melainkan Allah akan mengecewakan orang itu pada suatu keadaan lain, di mana ia sangat-sangat mengharapkan pertolongan dari Allah"

Hendaklah engkau mendoakan bagi orang bersin. Nabi s.a.w. mengajar orang yang bersin itu supaya berkata:

"Alhamdulillah ala kulli hal (Segala kepujian bagi Allah ata setiap perkara). Orang yang mendoakan pula berkata: yarhamukumullah (moga-moga Allah merahmati kamu). Dibalas pula oleh yang bersin: Yahdikumullahu wa Yushlihu Balakum (moga-moga Allah memberi kamu petunjuk dan memberihkan hati kamu)"

Bila engkau diuji dengan perbuatan orang yang jahat, maka hendaklah engkau menanggung dengan sabar dan menjaga dirimu dari kejahatannya. Setengah orang berkata: Berikhlas diri kepada Mu’min dengan seikhlas-ikhlasnya, dan tunjukkanlah akhlak yang baik semampu-mampunya keppada orang jahat, sebab orang yang jahat itu selalu suka dengan akhlak-akhlak yang baik pada zahirnya saja.(Nedi Selabany)

0 komentar:

 
Terimakasih Atas kunjungan Anda, Semoga Semuanya Dapat Memberikan Manfaat Bagi Kita Semua