(Persembahan Untuk Para Sahabat)
Sahabat adalah dorongan ketika engkau hampir berhenti, petunjuk jalan ketika engkau tersesat, membiaskan senyuman sabar ketika engkau berduka, memapahmu saat engkau hampir tergelincir dan mengalungkan butir-butir mutiara doa pada dadamu...Ikhwan and akhwat...moga hati kita dipertautkan karena-Nya
Terimakasih Telah Menjadi Sahabat Dalam Hidup kami

rss

Sabtu, 22 Maret 2008

Nelayan Pendok dan Kragan bentrok, Dua perahu tenggelam, tiga luka

REMBANG - Dua kelompok nelayan, dari Dukuh Pendok, Desa Manggar, Kecamatan Sluke dan nelayan Kragan, Kabupaten Rembang, Jumat (21/3), terlibat bentrok fisik di tengah laut. Akibat bentrokan itu, dua buah perahu milik Mijan dan Yudi, keduanya nelayan Pendok, tenggelam di laut. Diduga tenggelamnya perahu itu akibat ditabrak kapal nelayan Kragan.

Selain itu, sedikitnya tiga nelayan Pendok mengalami luka. Dua di antaranya harus opname di Puskesmas Sluke.
Untuk menghindari bentrok susulan, kemarin, diadakan pertemukan yang difasilitasi oleh Muspika Sluke dan Kragan di Mapolsek Kragan. Dalam pertemuan tersebut disepakati perdamaian antardua kelompok nelayan dengan pernyataan tertulis di atas kertas bermaterai yang ditanda tangani perwakilan dua kelompok nelayan.
Keterangan yang berhasil dihimpun Wawasan, kemarin, menyebutkan, bentrok kelompok nelayan Pendok dan Kragan dimulai sejak beberapa waktu lalu. Nelayan Pendok mencurigai nelayan Kragan yang sering merusak jaring pejer (jaring untuk menangkap rajungan-red) milik nelayan Pendok. Kemudian seminggu lalu, dua nelayan Kragan dianiaya oleh kelompok nelayan Pendok saat bertemu di tengah laut. Menurut informasi, dua nelayan tersebut sempat mengalami luka berat.
Bentrok di laut
Tidak terima dengan perlakuan para nelayan Pendok, pada Kamis malam tersebar informasi kelompok nelayan Kragan berencana menyerbu nelayan Pendok. Isu rencana penyerangan nelayan Kragan ke Pendok sempat diinformasikan oleh nelayan Pendok ke Polsek Sluke.
Dan petugas sudah mengimbau agar nelayan Pendok sementara tidak melaut dulu. Begitupun Polsek Kragan juga mengimbau nelayan Kragan untuk menahan diri.Namun beberapa nelayan dua kelompok tidak menghiraukan imbauan petugas dua Polsek. Mereka tetap saja nekat melaut.
Entah secara kebetulan, atau memang sengaja dicari. Dua perahu nelayan Pendok kepergok sejumlah kapal nelayan Kragan. Akhirnya terjadilah bentrok fisik tidak imbang di tengah laut. Lima nelayan Pendok dipaksa naik ke salah satu kapal nelayan Kragan. Dan dua perahu nelayan Pendok ditabrak hingga tenggelam. Lima nelayan yang dipaksa naik kapal nelayan Kragan diduga dianiayai.
Dua orang kemudian dititipkan nelayan Pangkalan Sluke, dua orang dibuang ke Pantai Blimbing Sluke dan satu orang lainnya dibawa ke Kragan. Dua nelayan yang dibuang di Pantai Blimbing bernama Yudi dan Widodo mengalami luka-luka dan terpaksa dirawat di Puskesmas Sluke. Sementara itu Mudi, satu nelayan Pendok dan dibawa ke Kragan menjalani rawat jalan di Puskesmas Kragan.
Kapolres Rembang AKBP Drs Teguh Pristiwanto melalui Kapolsek Sluke AKP Sugito ketika dikonfirmasi Wawasan, kemarin, membenarkan kasus tersebut. Sugito mengatakan, untuk mencegah terjadinya perselisihan berkepanjangan antarnelayan, pihaknya bersama Muspika Kragan dan Sluke telah mempertemukan dua kelompok nelayan yang berselisih di Mapolsek Kragan. Mereka yang dikumpulkan sebanyak sekitar 35 orang. Mereka terdiri Kades Manggar (Sluke), Karanglincak, Karangharjo, pengurus kelompok nelayan dan beberapa tokoh dua kelompok nelayan. Dalam pertemuan itu akhirnya disepakati pernyataan damai tertulis yang ditanda tangani dua kelompok.
"Kami berharap setelah ini tidak ada lagi bentrok antarnelayan dua kelompok diatas. Mereka diharapkan mematuhi kesepakatan damai yang telah di buat bersama, " ujar Sugito. K.14-ip
Wawasandigital

0 komentar:

 
Terimakasih Atas kunjungan Anda, Semoga Semuanya Dapat Memberikan Manfaat Bagi Kita Semua