(Persembahan Untuk Para Sahabat)
Sahabat adalah dorongan ketika engkau hampir berhenti, petunjuk jalan ketika engkau tersesat, membiaskan senyuman sabar ketika engkau berduka, memapahmu saat engkau hampir tergelincir dan mengalungkan butir-butir mutiara doa pada dadamu...Ikhwan and akhwat...moga hati kita dipertautkan karena-Nya
Terimakasih Telah Menjadi Sahabat Dalam Hidup kami

rss

Kamis, 17 April 2008

Diterjang ombak, delapan rumah roboh

KABUPATEN REMBANG - Akibat diterjang ombak besar dan terkena abrasi selama bulan Maret dan hingga pertengahan April ini, sedikitnya delapan rumah warga Desa Karangmangu roboh dan 44 rumah penduduk Desa Bajingmeduro, Kecamatan Sarang, Rembang, mengalami kerusakan.
Selain itu, sejumlah talud dan jalan yang berada di bibir pantai juga mengalami kerusakan, sehingga nyaris tidak bisa dimanfaatkan. Kerugian kerusakan akibat keganasan alam laut di Pantai Sarang mencapai ratusan juta rupiah.
Delapan rumah warga Karangmangu yang roboh diterjang ombak pekan lalu, masing- masing milik Sumari (31), Mukhlisin (33), Munawar (36), Mampuri (40), Warno (40) dan Trisno (35), semuanya warga RT 01, RW 01. Kemudian rumah Rofiq (31), warga RT 02, RW 01 dan Suhadi (40), warga RT 02, RW 02. Mereka mengalami kerugian antara Rp 3 juta - Rp 5 juta.

Sebagian dari mereka telah membersihkan puing-puing rumahnya yang porak-poranda diterjang ombak, tetapi sebagian warga lain masih membiarkan kondisi rumahnya kocar-kacir.
Bagi warga yang sebelumnya mendiami rumah di pinggir pantai dan sekarang rusak, terpaksa mengungsi di rumah sanak familinya. Mereka keberatan jika harus pindah dari lokasi pantai. Alasannya, satu-satunya sumber penghidupannya adalah sebagai nelayan.
"Kendati harus menerima risiko diterjang ombak, kami tetap pilih tinggal di pinggir laut, karena satu-satunya pekerjaan yang kami bisa hanya sebagai nelayan," ujar Mukhlisin.
Talud permanen
Sementara itu Kades Bajingmeduro M Musyawafak dalam laporannya menyatakan, selama bulan Maret hingga saat ini, sebanyak 44 rumah warganya rusak akibat diterjang ombak besar. Sebagai perangkat desa, dia selalu mengingatkan warga yang rumahnya di bibir pantai agar selalu waspada terhadap datangnya ombak besar.
Menurut dia, karena sebagian besar warga menolak direlokasi, jalan satu-satunya untuk mengantisipasi dan mengatasi kerusakan lebih parah di Pantai Sarang dibuatkan talud permanen seperti di Desa Kalipang.
"Menurut saya, satu-satunya cara harus dibuatkan talud permanen yang kuat. Jika tidak, korban rumah rusak akibat terjangan ombak akan terus terjadi. Sebab Pantai Sarang me-mang rawan terjadi gelombang besar," ujar M Musyawafak. K.14-ip

0 komentar:

 
Terimakasih Atas kunjungan Anda, Semoga Semuanya Dapat Memberikan Manfaat Bagi Kita Semua