(Persembahan Untuk Para Sahabat)
Sahabat adalah dorongan ketika engkau hampir berhenti, petunjuk jalan ketika engkau tersesat, membiaskan senyuman sabar ketika engkau berduka, memapahmu saat engkau hampir tergelincir dan mengalungkan butir-butir mutiara doa pada dadamu...Ikhwan and akhwat...moga hati kita dipertautkan karena-Nya
Terimakasih Telah Menjadi Sahabat Dalam Hidup kami

rss

Rabu, 12 Maret 2008

Warga Gadingrejo Khawatirkan Penyakit

PATI-Banjir yang telah surut menyisakan kekhawatirkan bagi warga Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana, Pati.

Sisa genangan yang masih ada di pekarangan dan halaman rumah ditakutkan bisa mendatangkan penyakit. Curah hujan yang rendah dan cenderung cerah dalam dua pekan terakhir membuat genangan air di permukiman sebagian warga yang kebanjiran telah surut. Namun, sejumlah ruas jalan kampung dan pekarangan masih terlihat becek.

Sugiyono (35), warga desa itu, mengaku, pascabanjir kondisi lingkungannya masih belum pulih betul. Genangan air di luar rumah membuat dia sekeluarga waswas menyebabkan penyakit.

"Saya khawatir genangan air di luar rumah menimbulkan banyak nyamuk. Apalagi, cuacanya cerah bercampur hujan,"jelas dia sambil membersihkan lumpur di dalam rumahnya, kemarin.

Akibat banjir susulan hampir sebulan lalu, lumpur di dalam rumah mencapai ketebalan hingga 10 sentimeter. Dia mengaku, butuh waktu tiga hari untuk membersihkannya.
Banyak Genangan
Kekhawatiran munculnya penyakit akibat lingkungan yang kurang sehat itu, menurut perangkat desa setempat Salim, cukup beralasan. Selain cuaca yang masih belum menentu, kadang hujan kadang cerah, genangan air di pekarangan lama keringnya.

"Yang kami waspadai justru demam berdarah, karena masih banyak genangan air di mana-mana,"kata dia yang juga tim SAR Kabupaten Pati.
Kendati begitu, dia mengatakan, warganya belum ada yang terkena penyakit akibat sanitasi lingkungan tersebut. Namun, pihaknya tetap meminta warganya siaga dengan membersihkan lingkungannya.

Beberapa waktu lalu, hampir seluruh rumah warga yang berjumlah 657 unit terendam banjir. Sehingga 668 keluarga harus mengungsi ke tempat kerabat di luar desa, adapula yang tinggal sementara di SDN Gadingrejo.

"Saat banjir, bantuan baik logistik maupun pelayanan kesehatan gratis jauh dari cukup. Namun, untuk pascabencana kami masih belum tahu,"tambah Kades Sriwidyowati. (H49-36)(Agus Purwanto)

0 komentar:

 
Terimakasih Atas kunjungan Anda, Semoga Semuanya Dapat Memberikan Manfaat Bagi Kita Semua