(Persembahan Untuk Para Sahabat)
Sahabat adalah dorongan ketika engkau hampir berhenti, petunjuk jalan ketika engkau tersesat, membiaskan senyuman sabar ketika engkau berduka, memapahmu saat engkau hampir tergelincir dan mengalungkan butir-butir mutiara doa pada dadamu...Ikhwan and akhwat...moga hati kita dipertautkan karena-Nya
Terimakasih Telah Menjadi Sahabat Dalam Hidup kami

rss

Tampilkan postingan dengan label sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sains. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Desember 2007

SELARASKAN DIRI PUSARAN ALAM SEMESTA


Tidak ada benda diam di alam semesta ini. Semuanya sedang bergerak. Dan uniknya, semua bergerak mengikuti sebuah pusaran dengan pola tertentu. Dari kecil semakin membesar. Dan akhirnya menuju sebuah pusaran raksasa sebesar alam semesta.

Memang tidak semuanya bergerak searah. Tetapi dalam skala yang lebih besar selalu terbentuk keseimbangan dari gerakan yang berbeda arah itu. Sejumlah kawan ada yang menduga bahwa gerakan semua benda di alam semesta mengikuti gerakan bertawaf, yaitu berlawanan dengan arah jarum jam.

Tetapi itu tidak nnemperoleh pijakan dalam realitas. Karena mulai dari partikel terkecil, di dalam inti atom maupun elektron-elektron di luarnya ada yang berputar searah jarum jam atau sebaliknya. Demikian pula di alam makro, benda-benda langit ada yang berputar searah jarum jam atau berlawanan dengannya, yang disebut sebagai putaran retrograde.

Termasuk makhluk hidup, tidak semuanya bergerak searah. Bahkan banyak yang berlawanan arah. Jadi, kita tidak boleh mengambil penyederhanaan sedrastis itu, dengan menyimpulkan seluruh gerakan benda di alam semesta sedang melakukan gerakan yang searah dengan gerakan tawaf. Akan tetapi, yang menarik, memang dalam skala yang lebih besar semua benda membentuk sebuah sistem keseimbangan dalam pusaran yang lebih besar. Dan semakin besar. Semakin besar, sampai entah seberapa besar...

Dalam bagian ini saya hanya ingin memberikan gambaran kepada pembaca bahwa seluruh alam semesta sedang bergerak dalam sebuah tatanan tunggal yang berpusat di satu 'titik' di pusat alam semesta. Tidak ada benda yang diam. Semuanya bergerak berpusar-pusar tunduk kepada 'Hukum' yang 'Satu'.

Pusaran itu tidak hanya berhenti pada langit pertama saja. Kita tahu, bahwa alam semesta ini sebenarnya terdiri dari 7 ruangan langit yang yang tersusun secara dimensional. Ruang berdimensi 3 sampai ruang yang berdimensi 9

Selama ini kita mempersepsi pergerakan itu hanya berlaku pada benda-benda pengisi langit. Seperti planet, matahari, gugusan bintang alias galaksi, superkluster dan seterusnya. Namun agaknya kita harus memandangnya dalam skala yang lebih besar lagi. Bahwa alam semesta ini tersusun dari Ruang, Waktu, Materi, Energi dan Informasi. Kelima parameter itulah penyusun alam semesta.

Jika materi bergerak, pasti energinya juga bergerak. Kalau geraknya berpusar, energinya juga akan ikut berpusar. Dalam waktu yang bersamaan, materi dan energi itu berada di dalam ruang dan waktu. Padahal dimensi waktu 'mengikat' materi dan energi, sehingga materi dan energi mengalami perubahan menjadi bertambah tua, seiring dengan berjalannya waktu.

Maka, secara sederhana, kita pun bisa mengambil kesimpulan bahwa 'waktu' yang mengikat materi dan energi itu ikut bergerak berpusar-pusar.

Namun karena Waktu adalah dimensi yang mengikat materi dan energi, maka pusaran 'waktu' bergerak dalam skala yang lebih besar dibandingkan pusaran materi dan energi.

'Waktu' bergerak melingkar dan linear sekaligus, seiring dengan perkembangan alam semesta yang sedang mekar. Dalam sudut pandang yang lebih kecil - langit pertama -, waktu seperti bergerak mengikuti garis lurus ke arah depan. Tapi dari sudut pandang yang lebih besar -langit kedua waktu bergerak melingkar dan berpusar.

Seluruh benda dan energi pengisi langit pertama bergerak berpusar dengan berpusat di tengah-tengah langit pertama, yang sampai sekarang belum ketahuan tempatnya. Akan tetapi, dalam waktu yang bersamaan, langit pertama ini berpusar mengitari pusat langit kedua. Termasuk ruang dan waktu, bergerak mengitari pusat langit kedua. ini dimungkinkan, karena langit-langit itu berjenjang secara dimensional.

Coba bayangkan sebuah bola yang berputar. Bola adalah sebuah benda berdimensi 3. Punya 3 ukuran, yaitu garis membujur, garis melintang, dan diameteral ke dalam bola. Atau kalau pada 'benda kotak', ada yang disebut panjang, lebar dan tebal.

Karena ia benda 3 dimensi, maka ia memuat benda-benda dua dimensi dalam bentuk luas sisi kotak atau luas permukaan bola. Dan, benda 1 dimensi berupa garis-garis yang membujur atau melintang, atau pun yang mengarah masuk ke pusat bola secara diameteral.

Nah bayangkan, seluruh garis-garis yang berdimensi 1 itu sedang berputar-putar di permukaan bola. Masing-masing membentuk lingkaran kecil-kecil. Lingkaran kecil-kecil itu kemudian mengitari lingkaran yang lebih besar. Jadi, lingkaran besar dibentuk oleh sejumlah lingkaran yang lebih kecil.

Seperti: bulan mengeliling bumi. Bumi dan bulan mengelilingi matahari. Bulan, bumi dan matahari mengelilingi pusat galaksi. Galaksi-galaksi mengelilingi superkluster. Dan seterusnya. Begitulah. Bayangkan, di permukaan bola itu adalah lingkaran-tingkaran yang semakin besar seperti sistem alam semesta tersebut.

Maka, kalau bola itu kita putar, lingkaran-lingkaran yang ada di permukaan bola itu pun akan ikut berputar mengitari pusat bola, seiring dengan berputarnya bola.

Jadi, dalam waktu yang bersamaan, lingkaran-lingkaran kecil itu melakukan gerak berputar dengan berpusat pada dua titik yang berbeda. Yang pertama, mengelilingi titik pusat lingkarannya. Yang kedua, mengelilingi pusat bola.

Begitulah pergerakan alam semesta. Dalam waktu yang bersamaan mengelilingi pusat-pusat lingkaran di langit pertama, tapi dalam waktu yang bersamaan seluruh isi langit pertama : ruang, waktu, materi, energi dan informasi, mengelilingi pusat langit ke dua.

Materi dan energi berpusar mengelilingi pusat langit pertama. Ruang, waktu, dan informasi, mengembang seiring dengan 'mekarnya' alam semesta. Tapi secara keseluruhan, semuanya sedang bergerak melingkar mengitari pusat langit kedua.

Dan yang menarik, sebagaimana kita ketahui langit-langit itu terus bersusun-susun secara dimensional. Langit pertama dan kedua itu pun sedang bergerak berpusar mengitari pusat alam yang lebih tinggi, yaitu di langit ketiga.

Langit ketiga, kedua dan langit pertama mengitari pusat langit ke empat. Mengitari pusat langit ke lima , langit ke enam dan langit ke tujuh. Lantas, kemanakah semua langit yang bersaf tujuh itu berputar? Ternyata semuanya sedang mengitari 'Arsy. Inilah pusat pergerakan seluruh alam semesta. Sehingga berulang-ulang Allah menginformasikan kepada kita tentang 'Arsy.

QS. Ar Ra'd (13) : 2
Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.

Ayat di atas memberikan gambaran kepada kita bahwa Allah sedang terus meninggikan langit ke segala arah. Bukankah langit adalah seluruh ruang di 'atas' bumi. Karena bumi berbentuk bulat, maka atasnya bumi itu berbentuk meruang, ke segala penjuru. Artinya Allah sedang menginformasikan kepada kita bahwa alam semesta sedang mengembang ke segala penjuru - expanding universe.

Berkembang kemana? Bukankah langit adalah seluruh ruang itu sendiri? Selama di situ ada ruang, maka itu masih disebut langit. Jadi kemana langit kita ini mengembang? Jawabnya: ke langit ke dua yang berdimensi lebih tinggi. Yang sekarang ini juga sedang mengembang.

Seperti sebuah 'garis' yang memanjang ke arah melengkung permukaan bola. Garis berdimensi 1, dan permukaan bola berdimensi 2. Permukaan bola itu sendiri sedang mengembang ke arah ruang sekitarnya yang berdimensi 3. Itulah yang sedang terjadi dengan langit kita, yang bersaf tujuh.

Selain menginformasikan bahwa langit ini sedang mengembang, Allah juga menginformasikan bahwa seluruhnya sedang beredar alias berpusar seiring dengan pergerakan waktu.

Kemana putaran itu berpusar? Ke arah Arsy. Dari pusat itulah Allah mengendalikan seluruh putaran. Menundukkan pergerakan matahari dan bulan. Jika kita tahu, bahwa jumlah matahari di alam semesta ini bertriliun-triliun, maka kita akan bisa merasakan bahwa ayat itu sebenarnya bukan hanya menggambarkan tata surya kita, melainkan sedang menggambarkan langit pertama secara keseluruhan.

Bahkan di ayat berikut ini, Allah menggambarkan bahwa Arsy itu bukan hanya menjadi pusat benda-benda langit, tetapi sekaligus menjadi pusat dari seluruh langit yang bersaf tujuh.

QS. Al Mukminuun (23) : 86
Katakanlah: "Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya 'Arsy yang besar?"

QS. Al A'raaf (7) : 54
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang, tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.

Allah menegaskan bahwa seluruhnya itu tunduk kepada perintahNya. Pemerintahan dan kerajaanNya berpusat di Arsy. Dan kemudian Dia tegaskan, bahwa Dia adalah Tuhan Semesta Alam. Yang mengendalikan seluruh dimensi langit yang tujuh.

QS. Ali Imran (3) : 189
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

QS. Al Baqarah (2) : 107
Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong.

Beberapa kawan menafsirkan Arsy itu sebagai singgasana. Sehingga kita seringkali membayangkan sebuah kursi singgasana milik raja. Kita membayangkan Allah duduk di atas kursi itu. Kemudian kita terjebak kepada merendahkan sifat-sifatNya.

Bagaimana tidak? Kalau kita membayangkan Allah duduk di atas singgasana, berarti kan singgasana itu lebih besar dari Allah. DzatNya bisa 'diwadahi' oleh Arsy? Sungguh salah besar. Atau, jangan-jangan kita membayangkan bahwa Arsy itu adalah bagian dari unsur ketuhanan.

QS. Al Anbiyaa (21) : 22
Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai 'Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.

Sama sekali bukan seperti bayangan kita itu. Allah adalah pemilik Arsy. Bahkan penciptanya. Sehingga di dalam ayat yang lain Allah mengatakan, Allah adalah tuhannya Arsy. Berarti Arsy itu tunduk kepadaNya. Mengikuti perintaNya. Maha Suci Allah dari yang kita sifatkan.

QS. Al Mukminuun (23) : 116
Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan 'Arsy yang mulia.

Maka saya mempersepsi Arsy secara lebih proporsional. la bukan singgasana seperti yang kita bayangkan, melainkan pusat kendali seluruh alam semesta. Langit yang tujuh. Pusat kendali itu berada 'di atas' dimensi tertinggi yang dimiliki oleh langit ke tujuh. Malaikat pun tidak bisa masuk ke dalamnya. Hanya bisa berkeliling di sekitarnya.

Itulah yang bakal disaksikan pada saat hari akhir nanti. Manusia akan bisa mempersepsi langit ke tujuh yang berdimensi sembilan. Para malaikat berkeliling di seputar Arsy. Tidak bisa masuk ke wilayah inti pusaran tersebut. Segala makhluk tidak akan mampu masuk ke dalamnya karena bakal hancur tak berbentuk. Inilah Pusaran energi tertinggi di alam semesta, yang tidak bisa diukur lagi. la menjadi pusat dari seluruh pusaran maha raksasa yang melibatkan bertriliun-triliun materi, energi, ruang, waktu, dan informasi.

QS. Az Zumar (39) : 75
Dan kamu akan melihat malaikat-malaikat berlingkaran di sekeliling 'Arsy bertasbih sambil memuji Tuhannya; dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan adil dan diucapkan: "Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam".

Dalam konteks itmu kosmologi, wilayah seperti ini dikenal sebagai black hole alias lubang hitam. Tidak ada seorang ilmuwan pun yang tahu, ada apa di dalam lubang hitam itu. Apalagi di balik keberadaan lubang hitam itu. Gravitasinya luar biasa dahsyat. Segala yang ada di sekitarnya ditarik menuju pusat gravitasinya. Termasuk cahaya pun tidak bisa keluar dari lubang hitam itu. Cahaya hanya bisa bergerak dan berpusar di jarak tertentu, di bagian luar medan gravitasinya. Para ilmuwan mengarah kepada kepahaman ini, karena pusat alam semesta memang harus memiliki gravitasi luar biasa besarnya agar bisa mengendalikan gerakan alam semesta yang berpusar-pusar dalam jarak bermiliar-miliar tahun cahaya. Dan jumlah materi-energi yang demikian raksasa.

Tidak ada benda apa pun di alam semesta yang gravitasinya bisa menandingi black hole. Karena itu bisa dipahami, kalau pendapat para ahli kosmologi mengarah kepada black hole sebagai pusat pusaran alam semesta.

Yang menarik, di pusat black hole itulah diperkirakan seluruh hukum alam semesta ini runtuh. Hitungan matematis dan pendekatan fisika tidak bisa digunakan lagi untuk memprediksi segala kondisinya. Karena semua kondisi menjadi kosong mutlak.

Jadi, seluruh realitas di alam semesta ini ternyata sedang bergerak melingkari sebuah pusat yang kosong. 'Yang kosong' mengendalikan 'yang berisi'. Keber-ADA-an berputar-putar di sekitar keTIDAK ADA-an. Inilah pasangan abadi dan serasi yang diciptakan oleh Allah dalam keseimbangan sempurna.

Alam semesta diciptakan dari 'Ketiadaan' menjadi 'ada', dan berkembang sampai kini. Suatu ketika nanti, segala yang 'ada' itu akan berhenti bergerak dan kemudian membalik ke arah pusatnya -kekosongan. Akhirnya, lenyap dalam 'Ketiadaan' sempurna.

Di balik kekosongan itulah pusat 'kerajaan' alam semesta. Semua 'realitas' yang ada di alam semesta hanyalah proyeksi dari sebuah REALITAS TUNGGAL dari 'SESUATU' yang berada di baliknya.

Realitas ini tak lebih dari sebuah permainan cahaya yang berasal dari balik 'kekosongan mutlak' itu. Seperti saat kita menonton film di sebuah bioskop. Gambar 'hidup' yang bergerak di layar hanyalah proyeksi dari film yang disorot lampu dari sebuah proyektor, di belakang penonton.

Di zaman sekarang kita bisa menonton permainan cahaya yang lebih canggih yang disebut hologram. Jika bioskop adalah proyeksi di layar dua dimensi, maka hologram bisa diproyeksikan ke 'layar' tiga dimensi di dalam ruang.

Maka sejumlah sinar laser bisa digunakan untuk membentuk bayangan manusia, binatang tumbuhan dan sebagainya. Bayangan itu bisa bergerak di dalam ruang persis seperti benda asli yang diproyeksikan dari suatu ruang proyektor yang ada di belakang penonton. Begitulah Allah mengambarkan.

QS. An Nuur (24) : 35
Allah mencahayai langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca, kaca itu seakan-akan bintang seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur dan tidak pula di sebelah barat, yang minyaknya hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya, Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Ayat di atas menggambarkan suatu perumpamaan yang mirip dengan ruang proyektor. Ada sebuah ruang gelap tak tembus, dimana di dalamnya ada sumber cahaya yang sangat terang. Cahaya itu bersinar dari sebuah 'PELITA' yang menyala dengan sendirinya.

Cahayanya memancar lewat sebuah lubang menuju ruang yang terhampar di seluruh langit dan bumi. Cahaya yang dipancarkan itu berlapis-lapis dengan segala macam warna dan tingkat frekuensinya. Dan kemudian membentuk seluruh realitas yang ada. Cahaya hanyalah pancaran dari SANG PELITA. Dan seluruh realitas yang dihamparkan di 'layar' langit dan bumi ini hanyalah sekadar proyeksi dari permainan cahaya-cahaya tersebut. Sangat mirip dengan sebuah permainan hologram.

Bedanya, hologram diproyeksikan ke dalam ruang 3 dimensi. Sedangkan seluruh realitas ini diproyeksikan ke ruang 9 dimensi: 7 petala langit.

Maka, black hole itu hanyalah sekadar lubang proyeksi untuk langit pertama. Di balik black hole itulah SANG REALITAS sedang memancarkan cahaya-cahaya yang menyorot menjadi semacam hologram: dunia dengan segala isinya.

Black hole yang menjadi pusat pergerakan langit pertama dengan segala isinya itu ikut berputar mengelilingi pusat langit kedua. Di sana ada black hole yang menjadi pusat proyeksi langit kedua. Dimana, langit pertama ini menjadi bagian kecil dari realitas langit kedua.

Seluruh reatitas kehidupan di langit kedua itu adalah permainan proyeksi hologram juga. Begitulah seterusnya, sampai langit yang ke tujuh. Yang berdimensi 9. Nah, seluruh realitas yang terhampar di ruang berdimensi 9 itu adalah proyeksi dari REALITAS TUNGGAL yang berada di balik Arsy.

QS. Al Mukmin (40) : 7
(Malaikat-malaikat) yang memikul 'Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): "Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang bernyala-nyala

QS. Al Haqqah (69) : 17
Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung 'Arsy Tuhanmu di atas mereka.

Allah menggambarkan bahwa cahaya-cahaya kemalaikatan itu mencapai seluruh penjuru langit. Tapi, di sekitar Arsy itu sendiri berkeliling para malaikat yang terus bertasbih. Di antaranya ada delapan malaikat yang menjadi petugas utama dari proyeksi 'hologram' alam semesta.

Malaikat adalah makhluk-makhluk cahaya yang diutus oleh Allah menjembatani proyeksi tersebut. Bahkan, sebenarnya malaikat pun menjadi bagian dari proyeksi hologram itu. Ada 8 'berkas cahaya' yang 'menopang' Arsy. Ke-delapan berkas yang keluar dari Arsy itu kemudian berpusar di sekeliling Arsy dan memancar ke segala penjuru alam semesta. Mereka ‘melesat’ dengan kecepatan berbeda-beda sesuai dengan derajat dan tugasnya.

QS. Ash Shaaffaat (37) : 164-165
Tiada seorangpun di antara kami (malaikat) melainkan mempunyai kedudukan yang tertentu,
dan sesungguhnya Kami benar-benar bershaf-shaf (bertingkat-tingkat).

QS. Faathir (35) : 1
Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan yang mempunyai 'sayap', masing-masing dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.


KITA ADALAH ‘BAGIAN’

Hal mendasar yang penting untuk kita pahamkan dari pembahasan sebelum ini adalah, bahwa seluruh alam semesta ternyata sedang bergerak berpusar tiada henti, dan berpusat ke Arsy. Dari balik Arsy itulah Allah memproyeksikan seluruh kejadian dan mengendalikannya.

Hal penting kedua, ternyata Arsy yang menjadi pusat pergerakan itu berada sangat dekat dengan seluruh penjuru alam semesta, dan meliputinya. Sehingga Allah mengatakan di ayat terakhir yang kita kutip sebelum ini: 'Dia bersemayam di atas Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan'.

Tidaklah mudah untuk memahami sebuah pusat pergerakan yang sekaligus meliputi segalanya. Biasanya yang disebut sebagai pusat adalah lokasi yang berada jauh dari posisi parsialnya.

Katakanlah pusat bola yang sedang berputar. Tentu, permukaan bola itu memiliki jarak tertentu dari pusatnya. Tapi sekarang marilah kita berpikir dan membayangkan perumpamaan secara berjenjang ke arah dimensi yang lebih tinggi.

Kita bahas terlebih dahulu konsep 'meliputi'. Bayangkan sebuah benda berada di dalam ruang berdimensi lebih tinggi. Gambarlah sebuah 'garis' -benda berdimensi 1- di permukaan luasan kanvas -benda berdimensi 2.

Kita bisa mengatakan bahwa garis itu adalah benda berdimensi 1 yang sedang berada di dalam 'ruang' berdimensi 2. Atau dengan kata lain, kita juga bisa mengatakan bahwa garis itu sedang 'terendam' di dalam ruang berdimensi 2.

Karena ia terendam, maka ia sedang diliputi oleh ruangan berdimensi lebih tinggi. Dan karena ia sedang terendam, maka pada dasarnya garis itu sangat dekat dengan dimensi yang lebih tinggi tersebut. Bahkan, dimensi 1 itu adalah 'bagian' dari ruang dimensi 2 itu sendiri. Sebab sebuah luasan memang tersusun dari garis-garis berjumlah tak berhingga.

Jika garis itu kita bentuk menjadi sebuah lingkaran -sebuah lingkaran di atas kanvas- maka lingkaran itu pun 'terendam' di ruang berdimensi 2 yang kita jadikan kanvas bagi eksistensi garis tersebut. Pusat lingkaran itu, juga ikut terendam di dalam ruang berdimensi 2. Jadi sepotong garis, apa pun bentuknya bakal selalu 'terendam' di dalam dimensi yang lebih tinggi. Itulah yang dimaksud dengan 'meliputi'.

Yang lebih menarik, jarak antar dua titik di sepanjang garis itu akan berjarak lebih dekat ketika garis itu dilengkungkan. Apalagi menjadi sebuah lingkaran.

Ambil sepotong garis. Tandailah ujung satunya dengan huruf A, dan ujung lainnya dengan huruf B. Kemudian lengkungkan sembarang, maka jarak kedua titik A ke B itu menjadi lebih dekat. Apalagi jika dilengkungkan sampai membentuk sebuah lingkaran. Titik A dan B akan semakin mendekat, dan akhirnya bertemu di satu titik. Terjadilah lingkaran.

Jadi, jarak kedua titik sembarang di sebuah benda berdimensi 1 yang melengkung akan menjadi lebih dekat ketika diakses atau ditempuh dari ruang berdimensi 2. Jika ditingkatkan dimensinya, kondisinya akan sama. Benda berdimensi 2 jika dilengkungkan, jarak antar kedua titiknya akan mendekat

Ambillah selembar kertas, kemudian lengkungkan sampai membentuk silinder, maka jarak antar 2 titik sembarang di permukaan lembaran itu akan lebih dekat jika ditempuh dari dimensi 3. Lewat ruang di tengah silinder. Apalagi, permukaan silinder yang 2 dimensi itu sebenarnya sedang 'terendam' dan menjadi bagian dari ruang 3 dimensi di sekitarnya.

Dan seterusnya, kita bisa membuat perumpamaan tentang benda-benda yang berada di dalam ruang berdimensi lebih tinggi. Bahwa langit yang lebih rendah adalah penyusun dari langit yang lebih tinggi. Bahkan 'terendam' di dalam langit yang lebih tinggi

Langit pertama dengan segala isinya 'terendam' di dalam langit kedua. Langit kedua - dan segala isinya- 'terendam' di dalam langit ke tiga. Langit ketiga dan seterusnya sampai langit ke enam, 'terendam' di dalam langit ke tujuh yang berdimensi Sembilan. Dan akhirnya seluruh langit bersaf tujuh itu 'terendam' di dalam Arsy Allah.

Karena itu, Allah sang Pemilik Arsy itu sebenarnya meliputi seluruh makhluknya. Mulai dari Arsy sampai ke langit yang pertama. Bahkan seluruh bagian terkecil dari langit pertama pun diliputi oleh Arsy. Dan, Arsy itu diliputi oleh Allah.

Maka, kini menjadi agak jelas, bahwa Arsy yang menjadi pusat pusaran seluruh energi dan materi alam semesta itu sebenarnya sangat dekat dengan kita, sekaligus meliputi. Bahkan, sebenarnya kita ini adalah 'bagian' dari pusaran energi alam semesta.

Arsy bukanlah black hole. la berada di balik black hole. Sedangkan black hole itu sendiri hanya sebagian dari eksistensi alam semesta. Lubang hitam hanya menjadi salah satu bagian dari Arsy. la berisi ketiadaan mutlak. Tempat lenyapnya alam semesta -runtuh menuju pusat- di suatu waktu yang disebut sebagai kiamat kubra.

Maka, alam semesta yang 'ada' ini memiliki pasangannya di dalam black hole dalam bentuk 'ketiadaan'. Inilah pasangan abadi yang berulang kali disebut Allah di dalam Al Qur’an. Bahwa alam semesta ini diciptakan berpasang-pasangan.

QS. Adz Dzaariyaat (51) : 49
Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.

Allah menceritakan bahwa keberadaan alam semesta ini sengaja dipertahankan olehNya. Dijaga agar tidak lenyap. Akan tetapi, jika Allah menghendaki, alam semesta ini bakal benar-benar lenyap. Termasuk kita, manusia. Lenyap dalam ketiadaan abadi. Tanpa bekas!

QS. Faathir (35) : 41
Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.

Jadi, ADA dan TIADA adalah sebuah 'keharusan' yang membentuk keseimbangan semesta. Tapi, keduanya hanya penampakan saja dari 'sesuatu' yang lebih substansial, yang justru metiputi keduanya. Itulah Arsy Allah. la adalah 'Pusat Pemerintahan' yang sangat Besar dan Agung. Yang diciptakan oleh Allah seiring dengan penciptaan langit dan bumi.

QS. Yunus (10) : 3
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izinNya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?

QS. Al Mukminun (23) : 86
Katakanlah: "Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya 'Arsy yang besar?"

Kita akan memperoleh kepahaman yang lebih baik tentang Arsy sebagai pusat alam semesta itu jika mempelajari teori Big Bang alias Ledakan Besar.

Dikatakan bahwa alam semesta ini dulu tercipta dari sebuah ledakan dari pusatnya. Ledakan itu terjadi karena seluruh benda-benda langit dan energi yang terkandung di dalamnya dikompres menjadi sebuah cikal bakal alam semesta yang bervolume sangat kecil -hampir nol.

Karena mengandung energi besar dalam volume yang sangat kecil itu, maka cikal bakal alam semesta menjadi tidak stabil. Dan kemudian meledak. Terbentuklah alam semesta yang mengembang seperti sekarang kita lihat. Gerakan mengembang itu diringi gerakan berpusar, secara parsial maupun universal, dengan berpusat di titik penciptaannya.

Maka, pusat itulah yang diduga sebagai black hole. Di dalam black hole adalah kekosongan mutlak. Sedangkan di balik kekosongan itu ada suatu dimensi lebih tinggi yang merangkum ADA dan TIADA, itulah Arsy. Sehingga kita menjadi lebih paham ketika Allah menceritakan keberadaan Arsy terkait dengan proses penciptaan alam semesta.

QS. Al Anbiyaa' (21) : 30
Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu padu, kemudian kami pisahkan keduanya.

Itulah yang dipersepsi sebagai terjadinya proses penciptaan lewat ledakan besar alias Big Bang. Allah menciptakan langit dan bumi dalam 6 masa. Dan Arsy-Nya berada di atas 'air'.

Penggunaan kata air - al maa'- menunjuk kepada suatu zat cikal bakal alam semesta yang berbentuk seperti jeli. Atau dalam istilah kosmologi disebut sebagai sop kosmos. Suatu zat yang bukan padat, bukan cair, bukan gas, dalam suatu kondisi bertekanan sangat tinggi, dan suhu sangat panas tiada terkira.

QS. Huud (11) : 7
Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah 'Arsy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): "Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati", niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata".

Itulah zat yang meledak menjadi alam semesta. Zat yang berukuran sangat kecil itu -hampir nol- dipersepsi sebagai 'muncul dari ketiadaan'. Maka, dalam ayat berikut ini Allah mengatakan Arsy-Nya berada di atas al maa' - cikal bakal alam semesta.

Maka, seluruh materi, energi, ruang, waktu dan informasi yang bakal terjadi, semuanya tersimpan dan muncul dari dalam sop kosmos itu. Termasuk seluruh tata hukum alias sunnatullah yang berlaku di seluruh penjuru alam semesta. Itutah yang disebut : Allah memerintah dan mengendalikan seluruh kerajaan langit dan bumi.

Dengan penjelasan di atas kita dapat memperoleh gambaran yang universal, bahwa ternyata kita ini hanyalah bagian kecil dari sebuah tatanan besar, tiada berhingga, yang disebut sebagai langit bersaf tujuh. Dan langit bersaf tujuh itu adalah bagian dari 'sesuatu' yang lebih besar lagi yang disebut Arsy. Dan Arsy itu juga merupakan 'sebagian' dari SESUATU yang jauh lebih besar lagi yaitu ALLAH AZZA WAJALLA. DZAT YANG MAHA AGUNG DAN MAHA PERKASA...


IKUTI ARUS JANGAN MELAWAN

Karena kita adalah 'bagian' dari pusaran alam semesta, maka secara alamiah kita harus mengikuti pusaran tersebut. Jika tidak, kita bakal terpelanting dari arus pusaran.

Kita tidak mungkin melawan. Ini hukum alam. Sunnatullah. Dan yang jelas, arus itu demikian besarnya. Sehingga orang yang melawan bakal mengalami masalah. Seperti sedang menyiapkan 'jurang' dan kuburannya sendiri di masa depannya.

Orang yang memutuskan untuk mengikuti arus bakal selamat. la sedang bermain cantik dalam kehidupannya. Cerdik dan cerdas. Orang yang demikian akan merasakan nikmatnya berada di dalam pusaran raksasa itu.

Yang harus dilakukannya, tinggal bagaimana caranya agar ia bisa mencapai pusat pusaran. Sebuah perjuangan untuk bergabung menjadi inti pusaran.

Tapi, kenapa kita harus bergabung ke pusat? Karena di pusat itutah kontrol atas seluruh energi terjadi. Di pusat itu pula, seseorang bisa 'melihat-lihat' pemandangan dan memperoleh informasi tanpa harus berkeliling. Dan di pusat itu pula seseorang bisa memperoleh 'segala-galanya' tanpa perlu berusaha lagi.

Seluruh akses terhadap segala yang kita butuhkan ada di sana . Maka, berada di pusat pusaran adalah kemenangan yang besar. Kenikmatan yang tiada tara . Tujuan final dari setiap kita.

Lantas, bagaimana cara mencapai pusat secara efektif dan efisien? Sebenarnya sangat sederhana. Yang pertama, jangan melawan arus alam. Karena anda akan terpelanting jatuh. Dan yang kedua, butuh usaha untuk masuk ke dalam. Sebab, memang pusaran itu cenderung melempar segalanya ke arah luar. Itulah yang dalam ilmu fisika disebut sebagai gaya sentrifugal, alias gaya lempar.

Nah, memang 'usaha' itulah yang menjadi inti permainan dalam kehidupan ini. Untuk mencapai kesuksesan kita perlu melakukan usaha tertentu. Kalau kita tidak melakukan usaha, kita akan terlempar semakin ke arah luar.

Karena itu ada 3 macam usaha. Jika usaha kita rendah atau tidak berusaha, kita akan kalah dan terlempar dari pusaran. Jika usaha kita sedang, kita hanya akan mampu bertahan saja. Tapi, jika usaha kita keras, kita akan menang. Dan mencapai pusat. Tapi sekali tagi, usaha itu tidak boleh melawan arus. Karena kalau melawan arus, sebesar apa pun usaha itu, kita bakal terpelanting. Kuncinya adalah berusaha keras untuk masuk ke pusat pusaran, sambil mengikuti arus. Dan kemudian beringsut perlahan-lahan menuju pusat.

Itu adalah cara konvensional. Dengan cara mengandalkan kekuatan sendiri. Ada cara yang lebih cepat, yaitu minta tolong kepada YANG BERADA DI PUSAT. Kita minta tolong kepadaNya agar menarik kita menuju pusat pusaran. Apakah bisa?

Ya, begitulah Allah menggambarkan. Bagaimana bentuk pertolongan itu? Oleh Allah digambarkan berbentuk seutas tali. Ada tali yang dijulurkan oleh Allah kepada kita yang sedang berputar dalam pusaran alam semesta ini. Tali itu sangat kuat, dan tidak bisa putus. Jika kita berpegang kepada tali itu, maka kita tidak akan mengalami gejolak yang membahayakan selama dalam pusaran. Bahkan, tali tersebut akan menarik kita menuju pusat pusaran dengan cepat dan aman. Bahkan nikmat.

QS. Luqman (31) : 22
Dan barangsiapa berserah diri kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan.

QS. Al Baqarah (2) : 256
Tidak ada paksaan dalam agama; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Kedua ayat di atas sangat menarik. Seseorang dikatakan telah memegang tali yang sangat kuat dan tidak bisa putus adalah jika dia –setidak-tidaknya- melakukan hal-hal berikut. Yang pertama, beragamanya tidak terpaksa alias dengan kepahaman dan keikhlasan. Tahu mana yang salah dan mana yang benar. Yang kedua, dia hanya bertuhan dan berserah diri kepada Allah. Dan yang ketiga, dia banyak berbuat kebajikan.

QS. Al Maidah (5) : 35
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.

Begitulah cara mendekatkan diri kepada Allah yang berada di pusat pergerakan seluruh alam semesta. Cara yang paling mudah dan efektif. Ibaratnya, kita berada di dalam pusaran air, kemudian ada yang melemparkan tali kepada kita untuk menolong. Tentu saja kita sambut uluran tali itu. Kita pegang erat-erat. Kemudian kita beringsut mendekatkan diri terus, sampai ke ujung tali. Maka selamatlah kita.

Nah, ketika kita mendekatkan diri untuk menuju pusat pusaran, usaha yang kita keluarkan akan semakin ringan, dan semakin ringan. Bertambah dekat dengan pusat akan semakin ringan. Kenapa? Karena ' gaya lempar' yang dihasilkan oleh pusaran itu akan semakin kecil di bagian yang dekat pusat. Dan persis di pusat lingkaran, tidak ada lagi ' gaya lempar', karena kita telah menyatu dengan sumbu putarnya.

Bahkan, persis di tengah-tengah pusatnya, gerakan berputar itu menjadi nol. Segala hukum gerak yang demikian dahsyat dalam pusaran itu tidak berlaku. Diam sempurna. Jadi, segala yang bergerak ini sebenarnya sedang mengitari sesuatu yang diam sempurna. Itulah gambaran yang telah kita bahas di depan. Black hole adalah pusat dari seluruh pusaran alam semesta. Di dalamnya adalah sebuah ketiadaan mutlak. Alias Nol. Kosong sempurna.

Tetapi sebagaimana telah kita bahas, 'keberadaan' alam semesta ini bergerak berimbang dengan 'ketiadaan' alam semesta yang ada di pusatnya. Keduanya tidak diam, melainkan juga berpusar dengan berpusat pada Arsy. ' ADA ' dan 'TIADA' terus berdinamika sepanjang waktu yang berjalan. Berputar-putar di sekitar Arsy Allah.

Maka tujuan kita adalah menuju pusat, dan bersatu dengan sumbunya. Di sanalah kebahagiaan sejati berada. Di sanalah segala hukum gerak telah tiada. Yang ada hanyalah kemutlakan dan keabadian. Tapi itu semua berjalan seiring waktu. Segala yang ada ini bakal lenyap terlebih dahulu menuju black hole di pusat alam semesta, pada saat kiamat kubra. Seluruhnya lenyap. Dan kemudian bersatulah antara ADA dan TIADA kembali kepada SUMBERnya.

Namun, bagi mereka yang bisa berserah diri kepada Allah, sekarang pun sudah bisa merasakan kebersatuan itu. Meskipun ia masih hidup di dunia ini. Tidak perlu menunggu sampai terjadinya kiamat kubra terlebih dahulu. Cukup dengan mengikuti tahapan-tahapan yang diajarkan oleh Allah lewat RasulNya: Ikhlas dalam beragama, berserah diri kepada Allah, dan banyak berbuat kebajikan.

Jika diformulasikan secara universal, ketiga hal itu sebenarnya adalah sebuah upaya untuk 'melenyapkan diri', dan menyatu dengan realitas kehidupan. Itulah teknik pendekatan sempurna untuk bersatu dengan Allah. Lebih jauh akan kita bahas dalam bagian-bagian berikutnya.


KESEIMBANGAN

Bagian akhir dari bab 'tentang keselarasan' ini adalah 'Keseimbangan'. Kita telah tahu bahwa alam semesta adalah pusaran energi tiada henti. Kita juga telah tahu bahwa seluruhnya berpusat di Arsy Allah. Kita pun semakin tahu, bahwa kita hanyalah bagian dari pusaran energi yang luar biasa besar dan dahsyat itu.

Karena itu kita menjadi paham, bahwa sebaiknya kita tidak melawan pusaran. Tapi, justru mencoba merasakan gerak berpusar tersebut, dan kemudian menjadi bagian tak terpisahkan darinya. Bahkan, kita mesti bertujuan untuk masuk ke dalam pusaran, untuk bersatu dengan pusat pusaran. Karena di sanalah kita akan memperoleh segala-galanya. Maka, selain memohon pertolongan dan berserah diri kepadaNya, ada tips yang harus dijalankan dengan baik, yaitu: kita lakukan semua proses itu dalam keseimbangan.

Kenapa mesti dalam keseimbangan? Karena sistem berputar itu ternyata dibangun dalam sebuah keseimbangan sempurna. Siapa saja yang tidak bergerak dalam keseimbangan, ia akan jatuh terpelanting.

QS. Al Mulk (67) : 3
Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?

QS. Al Infithaar (82) : 7
Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh) mu seimbang,

Coba kita cermati, Allah mengatakan bahwa seluruh eksistensi ini telah diciptakan dalam keseimbangan. Baik alam semesta - langit dan bumi. Maupun diri kita sendiri. Tidak ada yang tidak seimbang, kecuali telah dirusak oleh ulah tangan manusia. Tapi, kerusakan itu berangsur-angsur akan menuju pada keseimbangannya kembali. Biasa nya setelah meminta 'korban'.

Ambil contoh berbagai bencana, seperti banjir dan tanah tongsor yang banyak terjadi di sekeliling kita. Semua itu terjadi karena rusaknya keseimbangan alam akibat utah tangan manusia.

Ketika alam dalam keadaan seimbang, bencana seperti ini tidak terjadi. Sebab alam memang memiliki mekanisme untuk saling mendukung dan memperbaiki. Ketika oksigen di alam berkurang, maka pepohonan akan memproses kandungan karbon dioksida menjadi oksigen kembali.

Ketika suhu memanas, maka sistem sirkulasi udara akan meniupkan angin ke tekanan yang lebih rendah. Ketika, kelembaban berkurang, maka muncul mekanisme untuk mengembalikan kelembaban tersebut. Tapi, itu semua bisa terjadi jika kondisi alam masih seimbang.
Jika tidak, maka alam tidak akan menempuh cara itu. Yang muncul adalah mekanisme 'batas dendam'. Karena alam sudah dirusak mekanisme keseimbangannya, alam akan ganti merusak. Inilah hukum aksi-reaksi.

Kalau manusia menggunduli hutan, maka alam akan membatas dengan banjir dan tanah tongsor. Suhu udara jadi lebih panas. Kelembaban jadi menurun. Gersang. Sebenarnya ini adalah upaya alam untuk memperoleh keseimbangannya kembali. Tetapi efeknya menghancurkan manusia.

Jika manusia tidak membantu alam untuk seimbang seperti sediakala, alam akan terus melakukan reaksinya, untuk memperoleh keseimbangan yang seharusnya. Manusia 'dipaksa' untuk menghijaukan hutan dan tingkungan hidupnya kembali. Begitulah cara alam.

Dalam diri manusia pun terdapat keseimbangan sistem yang dikenal sebagai homeostasis. Manusia akan sehat, jika badannya dalam keadaan seimbang. Sebaliknya akan sakit jika tidak seimbang. Mulai dari yang ringan, seperti pusing-pusing, sampai pada munculnya kanker atau pun kerusakan organ tubuh. Semuanya akan kembali baik dan sehat, jika kita mengembalikan dalam keseimbangannya

Jadi, keseimbangan adalah kunci keberhasilan. Kunci kesuksesan. Dalam arti sesungguhnya. Siapa pun yang bisa mencapai keseimbangan akan memperoleh kebahagiaan. Sebaliknya, yang menabrak keseimbangan bakal menuai masalah.

Kalau kita amati, seluruh proses di sekitar kita sedang menuju keseimbangan. Cuma, ada yang berjalan cepat. Ada yang berjalan lambat.

Air mengalir dari tempat tinggi di pegunungan menuju tempat rendah di lautan, adalah sebuah proses mencapai keseimbangan. Angin berhembus dari tempat yang bertekanan tinggi menuju ternpat bertekan rendah adalah proses keseimbangan.

Suhu benda yang tinggi, menjadi berangsur-angsur mendingin sampai mencapai suhu kamar, juga proses keseimbangan.

Bumi berputar mengelilingi matahari selama miliaran tahun pun proses keseimbangan. Seluruh benda alam sedang bergerak berpusar-pusar juga sebuah proses keseimbangan.

Jadi, secara umum kita bisa mengatakan apa pun yang terjadi disekitar kita maupun pada diri sendiri, sebenarnya adalah sebuah proses menuju keseimbangan. Bahkan, sebuah bencana sebenarnya adalah proses menuju keseimbangan, akibat kerusakan yang dibuat oleh tangan manusia.

Tsunami dan gempa bumi, misalnya, adalah sebuah proses menuju pada keseimbangan putaran bumi. Begitu juga banjir, badai, tanah longsor, dan sebagainya. Lebih jauh tentang hal ini akan saya bahas dalam Diskusi yang terpisah, yang insya Allah berjudul: 'KENAPA TERJADI BENCANA'

QS. Ruum (30) : 41
Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan oleh perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kepada keseimbangan alam).

Jadi, keseimbangan adalah salah satu kunci tercapainya kondisi sukses, selamat dan nikmat. Sayangnya, banyak di antara kita yang tanpa sadar telah merusak keseimbangan. Tapi, akibatnya sama saja. Sadar atau tidak, jika kita merusak keseimbangan hasilnya akan menyakitkan kita semua.

QS. Al Baqarah (2) : 12
Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar

QS. Al A'raaf (7) : 56
Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya, dan berdo'alah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.

Jadi, Allah selalu memperbaiki ketidakseimbangan yang terjadi. Itu memang telah ditetapkan lewat sunnatullah. Lewat mekanisme alam. Bahwa yang tidak seimbang, bakal mengalami proses penyeimbangan. Akan tetapi, manusia tidak mau menyadarinya, sehingga selalu berbuat kerusakan, yang merugikan dirinya sendiri.

Maka, Allah mengingatkan secara berulang-ulang agar kita tidak membuat kerusakan di muka bumi. Karena semua itu bakal menjadikan alam tidak seimbang, dan ujung-ujungnya membuat kita sendiri menderita.

QS. Ay Syu'araa' (26) : 183
Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan

QS. Al Anfaal (8) : 73
Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain (untuk membuat kerusakan). Jika kamu (kaum muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.(Firliana Putri)

Senin, 26 November 2007

TERSUSUN DARI DNA YANG SAMA



Ada realitas yang mengejutkan pada makhluk hidup di muka Bumi ini, ketika ditinjau dari sudut pandang biomolekuler. Yaitu, ternyata materi penyusun terkecil seluruh jenis makhluk hidup ini adalah sama: DNA.

Ini mengingatkan kita bahwa semua bangunan yang ada di lingkungan perumahan kita tersusun dari ‘batu bata’ yang sama. Kayu yang sama. Semen, batukali, dan pasir yang sama.

Ya, Bahan bakunya sama. Bahkan tukang dan arsiteknya pun ternyata juga sama. Yang berbeda adalah desain jadi bangunan itu. Ada yang berlantai satu, dua, atau tiga. Ada yang dicat merah, hijau ataupun biru. Ada yang pakai garasi mobil atau cuma parkiran sepeda motor. Ada yang punya halaman luas, atau tak ada halaman sama sekali. Dan lain sebagainya.

Manusia, binatang dan tumbuhan, ternyata adalah ‘bangunan’ yang berbeda, tapi bahan bakunya sama. Di antaranya adalah air, udara, dan berbagai mineral Bumi. Atau dalam skala yang lebih khusus: DNA.

DNA adalah rangkaian molekul protein kompleks yang tersusun dari sejumlah asam amino. Susunan asam amino itu membentuk kode-kode yang memiliki arti dan bermakna ‘perintah’ bagi sel. Baik pada tumbuhan, hewan maupun manusia.

Bentuk dan fungsi-fungsi sel ketiga makhluk hidup itu memang berbeda. Akan tetapi, sekali lagi, penyusunnya sama. Mekanisme pembentukannya sama. Punya kode-kode genetika.

Jangankan antara tumbuhan, hewan dan manusia; di dalam tubuh manusia sendiri pun sebenarnya sel-selnya berbeda. Semua itu karena triliunan sel tubuh kita memiliki fungsi yang berbeda-beda. Misalnya sel tulang, sel darah, sel kulit, sel rambut, sel kuku, sel usus, dan lain sebagainya, semuanya berbeda. Kenapa? Karena masing-masing memiliki fungsi yang berbeda. Namun demikian, DNA penyusunnya sama. Hanya, perintah yang keluar berbeda.

Dalam karyanya yang memperoleh penghargaan internasional, Kazuo Murakami, Ph.D dari Jepang mengatakan bahwa DNA setiap sel kita itu sebenarnya sama. Semuanya mengandung sekitar 3-5 milyar kode genetika.

Dengan kata lain, gen rambut sama dengan gen tulang, sama dengan gen darah, sama dengan gen kulit, dan semua bagian tubuh kita. Akan tetapi kenapa mereka bisa membentuk sel yang berbeda-beda? Bukankah rambut kita berbeda dengan tulang, berbeda dengan darah dan seterusnya?

Ya, semua itu karena ada perintah untuk membuat sel yang berbeda-beda sesuai fungsinya. Yang menurut istilah Murakami berbentuk perintah ‘nyala-padam’.

Seandainya perintah ‘nyala-padam’ ini tidak berfungsi, maka tubuh manusia tidak akan berbentuk seperti ini. Tidak ada sel-sel tulang, tidak ada sel-sel darah, sel-sel daging, kulit, otot, rambut dan sebagainya. Semuanya sama.

Jadi, sekitar 70 triliun sel kita itu akan berbentuk sama. Misalnya daging semua. Maka kita tidak lebih hanya seonggok daging berbobot 70 kg. Tanpa otak, tanpa tulang, tanpa rambut. Dan seterusnya. Tentu saja tidak bisa disebut manusia.

Semua itu tidak terjadi, karena perintah genetika yang ada di dalam inti sel itu secara sangat cerdas memerintahkan untuk berbagi pekerjaan. Ada sel-sel yang membentuk jaringan tulang. Ada yang membentuk jaringan otak, jaringan tempurung kepala, jaringan jantung, paru, pencernaan, sampai jaringan kuku jari kaki.

Ini memang sangat menakjubkan! Bagaimana mungkin sel yang tadinya sama itu bisa melakukan koordinasi sedemikian cerdasnya? Contoh konkretnya adalah perkembangan janin dalam rahim seorang ibu.

Awalnya adalah sebuah sel. Hasil gabungan antara ‘seekor’ sel sperma ayah dan ‘seekor’ sel telur seorang ibu. Penggabungan itu memunculkan sebuah sel yang disebut stem sel. Alias sel yang menjadi cikal bakal manusia. Bentuknya sama dengan sel yang telah kita bahas di depan, yang secara umum memiliki membran sel, sitoptasma dan inti sel. Dan di dalam inti sel itu terdapat rangkaian genetika dengan kode-kode sebanyak 3-5 miliar.

Keanehan mulai terjadi, ketika gen di dalam inti sel itu memerintahkan dirinya sendiri, supaya stem sel membelah. Awalnya membelah secara kembar. Artinya, stem sel melakukan penggandaan terhadap dirinya sendiri secara persis. Seperti fotokopi saja layaknya. 1 sel menjadi 2 sel, menjadi 4 sel, menjadi 8 sel, 16 sel dan seterusnya.

Tapi pada pembelahan yang semakin banyak itu tiba-tiba terjadi pembagian tugas. Ada yang bertugas membentuk sel-sel kepala, badan, tutang, kaki, tangan, mata, rambut dan seterusnya. Di sinilah muncul keanehan itu. Pembelahan yang mirip fotokopi itu tidak berlanjut, melainkan menjadi pembelahan dengan tugas khusus. Sel-sel itu tiba-tiba memadamkan sebagian perintah dan menyalakan perintah yang lain.

Pada sel-sel rambut misalnya, perintah yang muncul dari inti selnya adalah perintah untuk menghasilkan zat-zat kimiawi yang sesuai dengan kebutuhan membentuk rambut. Sedangkan, perintah yang menyuruh pembentukan sel darah menjadi padam.

Sebaliknya, pada sel-sel yang harus membentuk sel darah, perintahnya menjadi demikian aktif, tapi memadamkan perintah pembentukan rambut. Demikian pula yang terjadi pada pembentukan sel otak, hanya zat-zat yang diperlukan untuk pembentukan otak saja yang terus diproduksi, sedangkan perintah pembentukan tulang tidak boleh terjadi di otak.

Demikian seterusnya, terjadi pembagian tugas yang sangat mencengangkan dengan ketelitian tak terbayangkan. Bahkan juga dengan kecepatan luar biasa. Hanya dalam waktu sembilan bulan, dari 1 sel menjadi 3 triliun sel dengan fungsi yang berbeda-beda. Tetapi membentuk koordinasi yang luar biasa dalam tubuh seorang manusia. Organisme paling cerdas di muka Bumi ini...!

Saya hanya ingin mengatakan kepada anda semua, bahwa triliunan sel di tubuh kita ini sebenarnya berasal dari sel yang sama. Sampai sekarang juga masih sama, ditinjau dari susunan genetika yang ada di dalam intinya.

Gen yang ada di dalam sel-sel kulit, sama dengan yang ada di sel tulang, sama dengan yang ada di sel daging dan otot, sama dengan yang ada di sel kuku dan seterusnya. Semuanya membawa perintah yang sama yaitu sekitar 3-5 miliar perintah.

Karena itu, para ahli kloning bisa mengambil sel kita yang mana saja untuk ‘melakukan’ kloning itu. Dari inti sel kulit kita, hasilnya akan sama dengan mengambil dari sel tulang kita, misalnya. Yang diambil adalah inti selnya yang berisi perintah genetika itu. Lantas ditanamkan ke sel telur seorang wanita yang sudah dibuang intinya. Maka, sel telur itu akan berkembang sesuai perintah inti sel yang berasal dari orang yang dikloning tadi. Tak peduli apakah dia laki-laki atau pun perempuan.
Jika inti sel yang dikloning itu berasa dari wanita, maka bayi kloning itu akan terlahir sebagai wanita persis sumbernya. Sebaliknya, kalau inti sel yang ditanam tadi berasal dari seorang pria, maka bayi yang terlahir itu bakal berkelamin laki-laki seperti asalnya.

Artinya, semua sel di tubuh kita - kecuali sel reproduksi - memuat semua informasi yang ada di dalam intinya.

Lantas apakah maksud dari semua penjelasan ini? Saya hanya ingin mengatakan, bahwa semua tubuh kita adalah berasal dari DNA yang sama. Tapi sel yang terbentuk bisa berbeda.

Demikian pula antara manusia, hewan dan tumbuhan. DNA kita adalah sama, tetapi kita menjadi makhluk yang berbeda. Berbeda bentuknya, berbeda kualitasnya, berbeda fungsinya, dan berbeda dalam banyak hal lainnya.

Kalau begitu, benarkah kita - tumbuhan, binatang dan manusia - ini berasal dari sel yang sama di masa lalu? Seperti asal muasal tubuh manusia yang juga berasal dari stem sel?

Jawabnya, kita bahas pada bagian-bagian berikutnya...! (Firliana Putri)

Kamis, 22 November 2007

LEBIH HEBAT DARIPADA LAMPU LISTRIK


Oleh para pakar dari perusahaan Inggris, Biotrace International, cahaya kunang-kunang dipakai dalam teknologi pendeteksi kuman mematikan seperti E. coli atau legionella. Penggunaan alat ini telah merambah industri makanan. Sekitar 15 juta paket alat tersebut telah terjual.

Di malam hari, di sekitar kebun atau semak yang gelap, ada kalanya kita melihat cahaya berpendar kuning atau hijau seperti lampu. Cahaya sekecil potongan kuku jari manis tersebut melayang-layang di atas tanah. Itulah kunang-kunang yang dalam bahasa Inggris disebut ”firefly”. Makhluk ini termasuk sejenis serangga bercahaya dari kelompok kumbang (Coleoptera-Lampyridae).

“Saya Ada di Sini!”

Tampak oleh manusia, cahaya kunang-kunang layaknya kerlipan lampu kecil yang biasa saja. Namun, penelitian mengungkap, ternyata ini adalah komunikasi dengan irama kerlipan tertentu, menyerupai sandi Morse yang dipakai manusia dalam telegram. Pakar biologi menemukan, cahaya yang dikeluarkan sang kumbang berperan dalam menemukan pasangan kawin. Saat usia kawin tiba, sang jantan mencari pasangan betinanya dengan memancarkan cahaya berkerlip. Kunang-kunang betina di sekitar yang melihatnya akan mengeluarkan cahayanya untuk menjawab sang jantan. Sang betina seolah memberitahu, ”saya di sini!” Dengan jawaban ini, sang jantan mengirimkan sinyal cahaya berikutnya dengan posisi semakin mengarah ke betina. Betina pun akan menjawab lagi, dan seterusnya, seolah saling bersahutan hingga akhirnya pasangan itu bertemu untuk kawin.

Bagi kunang-kunang kelompok Photuris, cahaya mereka berperan pula dalam perburuan. Betina jenis ini dapat meniru kerlipan sinyal cahaya yang dipancarkan betina jenis lain, misalnya Photuris. Dengan sinyal cahaya palsu ini, kunang-kunang jantan jenis Photuris pun terjebak dan dimakan oleh Photuris betina.

Cahaya kunang-kunang berperan pula sebagai tanda peringatan, untuk memperingatkan antar-sesama jenisnya tentang ancaman bahaya, maupun peringatan bagi serangga dan burung pemangsa agar tidak memakannya. Sebab, zat pemicu pembentukan cahaya kunang-kunang berasa pahit. Kalaupun ada serangga pemangsa yang nekad, mereka biasanya memakan tubuh kunang-kunang dari bagian kepala, terus hingga ke bagian belakang, kecuali bagian perut yang tidak dimakannya.

Lampu Dingin

Kunang-kunang ini dari spesies Pyractomena angulata, satu dari 175 spesies kunang-kunang yang ada di Amerika Serikat. (karya Arwin Provonsa, Purdue University, Department of Entomology)

Mengapa kunang-kunang bisa membawa ‘lampu’ ke sana kemari tanpa kepanasan? Para peneliti tertarik akan fenomena tersebut. Karena, cahaya bola lampu listrik yang dikenal selama ini bila menyala maka lama-kelamaan akan memanas. Dilihat dari efisiensi energi, bola lampu listrik temuan Edison hanya mampu menghasilkan cahaya sekitar 10% dari seluruh energi listrik yang dialirkan, sebagian besar sisanya berubah menjadi panas. Ini menyebabkan cahaya lampu listrik panas. Sebaliknya, organ penghasil cahaya dalam tubuh kunang-kunang melepaskan sekitar 100% energi berupa cahaya. Ini menjadikan cahayanya dingin. Bayangkan jika cahaya kunang-kunang panas mirip lampu pijar, mereka mungkin akan terbakar dan mati.

Cahaya kunang-kunang dikeluarkan oleh organ khusus yang tersusun atas sel-sel penghasil cahaya yang disebut fotosit. Organ ini terletak pada ruas ke-4 atau ke-5 dari tubuhnya. Kerlipan cahaya kunang-kunang merupakan hasil reaksi kimia yang melibatkan zat kimia bernama luciferin yang dihasilkan sel-sel penghasil cahaya. Melalui serangkaian tahapan reaksi kimia, luciferin dengan bantuan enzim luciferase dan beberapa zat tertentu bereaksi membentuk sejumlah zat kimia baru dengan melepaskan hampir 100% energi dalam bentuk cahaya. Energi yang terbuang sebagai panas sangat sedikit sekali. Bandingkan dengan lampu listrik buatan manusia.

Selain bersinar, lampu listrik buatan manusia memancarkan energi panas yang besar. Sebaliknya, reaksi kimia dalam tubuh kunang-kunang melepaskan sekitar 100% energi berupa cahaya.

Untuk menjadi bentuknya yang sekarang, lampu pijar harus melalui proses penelitian panjang, yaitu 50 tahun lebih. Perkembangan bola lampu listrik dimulai dari sejak Sir Humprey Davy di tahun 1811. Thomas Alva Edison berhasil mengembangkannya menjadi bola lampu listrik di tahun 1878. Saat itu Edison mengirim orang ke berbagai penjuru dunia untuk mencari bahan terbaik sebagai kawat pijar (”filamen”) bola lampu. Ia mencoba tak kurang dari 6000 bahan kawat atau serat, termasuk dari tumbuhan seperti bambu, sebelum akhirnya ditemukan filamen awet yang tidak mudah terbakar dalam bola kaca tak-beroksigen. Edison-lah yang lalu membidani berdirinya perusahaan Edison General Electric, yang kini menjadi raksasa dunia: General Electric.

Begitulah, sejak Thomas Edison hingga kini, tak ada teknologi lampu listrik yang menyamai lampu kunang-kunang yang dingin. Diperlukan kecerdasan dan kerja keras banyak orang untuk menemukan bola lampu listrik terbaik. Lalu kecerdasan siapakah yang menciptakan cahaya dingin kunang-kunang? Mungkinkah kunang-kunang sendiri yang melakukan penelitian, mencoba-coba ribuan zat kimia, dan akhirnya menemukan sendiri lampu hebatnya? Mustahil, sebab ia makhluk tak berakal. Lagi pula, kunang-kunang dan cahayanya harus sudah ada sejak pertama kali ia diciptakan. Sebab, tanpa cahayanya, kunang-kunang takkan mampu berkembang biak dan sudah punah dari dulu. Semua ini mengarahkan kita pada kesimpulan: kunang-kunang dan cahayanya bukanlah terbentuk setahap demi setahap dengan sendirinya, melalui peristiwa alamiah belaka, dan tanpa penciptaan cerdas sengaja. Sedari awal, kumbang bercahaya ini mestilah diciptakan secara sempurna, lengkap dengan cahayanya oleh Pencipta Mahacerdas. Dialah Allah, sebaik-baik Pencipta.

Saklar Berukuran Molekul

Kunang-kunang memancarkan cahaya tidak terus-menerus, melainkan berkerlap-kerlip atau pergantian antara menyala dan padam. Ini berarti ada mekanisme tertentu dalam tubuhnya yang berperan menyalakan dan mematikan cahaya, ibarat tombol atau saklar lampu listrik yang menyambung dan memutus arus listrik yang mengalir ke bola lampu tersebut. Saklar ‘lampu kunang-kunang’ telah lama menjadi teka-teki bagi ilmuwan. Namun, beberapa tahun lalu, Barry Trimmer dan timnya dari Tufts Univeristy, Amerika Serikat, melaporkan temuannya tentang saklar kunang-kunang dalam jurnal ilmiah terkemuka, Science. Barry Trimmer berkata: "Kita telah mengetahui segi kimia yang menjadikan kunang-kunang bercahaya, tapi kita kini mendapatkan jawaban dari teka-teki yang selama ini tak-terjawab yang menjelaskan bagaimana mereka mampu menghidupkan dan mematikan saklarnya.” (BBC News, Sci/Tech, 28 Juni 2001).

Saklar berukuran molekul ini ternyata adalah zat kimia Nitrit Oksida (NO) yang dihasilkan dalam tubuh kunang-kunang. Dalam penelitian itu, kunang-kunang yang ditempatkan di kotak kecil tertutup dan diberi zat NO ternyata memancarkan cahaya terus-menerus tanpa terputus-putus. Nitrit Oksida juga ada pada tubuh manusia, dan berperan menjaga tekanan darah dengan melebarkan pembuluh darah, membantu sistem kekebalan tubuh menghadapi kuman penyakit, dan menghantarkan sinyal antar-sel saraf otak.

Detektor Bakteri dan Sel Kanker

Kolam renang, tempat pemandian umum dan industri makanan termasuk yang diuntungkan dengan adanya kunang-kunang. Perangkat pendeteksi kuman mematikan yang mencemarinya kini telah dibuat dengan ilham dari kunang-kunang.

Cahaya kunang-kunang kini dipakai dalam teknologi pendeteksian kuman mematikan, seperti E. coli atau legionella, dalam kolam renang dan tempat pemandian. E coli adalah bakteri penyebab penyakit saluran pencernaan manusia, sedangkan bakteri legionella merupakan bakteri penyebab penyakit paru-paru (sejenis pneumonia) dengan tingkat kematian penderita 5-15%. Kehadiran kuman tersebut di kolam renang tentunya tidak diinginkan. Para pakar dari Biotrace International telah berhasil membuat perangkat yang dapat mengenali keberadaan kuman-kuman tersebut dalam hitungan detik; lebih baik daripada cara lama yang memakan waktu berhari-hari. Alat ini bekerja menggunakan enzim luciferase kunang-kunang, yang akan menghasilkan cahaya ketika mengenai kuman bakteri tersebut. Jumlah bakteri yang ada pun dapat ditentukan berdasarkan kekuatan cahaya yang dihasilkan. Penggunaan alat ini telah merambah industri makanan, dan sekitar 15 juta paket alat tersebut telah terjual, demikian menurut BBC News, 9 Mei 2003.

Dua tahun lalu, meski baru tahap uji pada tikus, hasil kerja peneliti University of California, at Los Angeles (UCLA), Amerika Serikat, menemukan bahwa zat kimia yang menjadikan kunang-kunang bercahaya mungkin dapat membantu dokter mengetahui penyebaran kanker prostat sehingga dapat melakukan pengobatan langsung ke arah sasaran. Teknik rekayasa genetika digunakan untuk mengirim gen-gen zat kimia penghasil cahaya kunang-kunang langsung ke sel-sel kanker pada tikus percobaan. Setelah tiga minggu, kamera pencitra berhasil mengetahui sel-sel kanker pada sum-sum tulang belakang dan paru-paru karena cahaya kunang-kunang yang dipancarkan sel tersebut. Dr. Lily Wu, asisten profesor di UCLA, berkata: "Sekali Anda mengetahui di mana kanker itu berada, Anda mendapatkan pegangan untuk mengobatinya. Ini jauh lebih baik daripada mengobati keseluruhan tubuh dengan pengobatan kimia. Dengan melekatkan cahaya pada sel-sel kanker, kita dapat berkata, ‘nah, itu dia di sana’, dan kemudian membidiknya.” (BBC, Health, 22 Juli 2002). Kelebihan cara ini adalah, meskipun cahaya yang dihasilkan redup dan berada di dalam tubuh, namun masih bisa dideteksi dari luar menggunakan perangkat sensor tercanggih.

Dr. Theodossiss Theodossiou, dokter dari National Medical Laser Center Univeristy College, London juga menggunakan teknologi pencahayaan kunang-kunang dalam mengembangkan terapi fotodinamika. Teknik ini berupaya menghancurkan sel kanker dari dalam tubuh dengan menyisipkan gen yang akan menjadi sumber cahaya ke sel kanker itu sendiri. Setelah bercahaya layaknya kunang-kunang, sel kanker dipicu untuk menghasilkan zat racun yang kemudian memaksa sel kanker itu menghancurkan dirinya sendiri.

Para peneliti juga terilhami menggunakan teknologi pencahayaan kunang-kunang untuk berbagai hal, termasuk untuk memantau baik tidaknya teknik pengobatan baru bekerja. Di Michigan University, Amerika Serikat, dilaporkan bahwa teknologi ini dapat dipakai untuk mempercepat pengujian obat baru untuk penyakit seperti kanker, stroke, AIDS, kelainan kekebalan tubuh, penyakit darah, kerusakan akibat serangan jantung, penyakit karena kerusakan saraf, dan aneka kelainan lain yang memerlukan pembunuhan sel oleh obat, atau untuk menghentikan kematian sel. Teknik ini juga dapat dipakai untuk memonitor berbagai proses yang terjadi di tingkat sel.

Teknologi penggunaan cahaya kunang-kunang dalam beragam bidang oleh para pakar ini pastilah bukti akan kesempurnaan penciptaan kunang-kunang yang tak dapat dibuat oleh para pakar tersebut, dan mengilhami teknologi mereka. Semua ini merupakan cerminan kecerdasan tak tertandingi dari sang Pencipta, Allah SWT. Dialah Yang Maha Pemurah, yang menciptakan segala makhluk agar dipikirkan dan dimanfaatkan demi kemaslahatan manusia. Seharusnyalah manusia mengagungkan Allah, menghamba dan bersyukur kepadaNya. (Dr. Tati S. Subahar - Penulis adalah staf pengajar di Jurusan Biologi, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesa 10, Bandung – 40132. Tel./fax. (022) 2500258, e-mail tati@bi.itb.ac.id).

Cara mudah proteksi komputer anda dari virus dengan tangan kosong

Untuk mencegah virus, trojan, worm dan sejenisnya dengan memakai antivirus?, belum tentu berguna. Karena virus selalu lebih baru dari antivirus, kalau proteksi dengan program firewall & Antivirus RTS? (Real Time System), bisa juga... cumannya komputer anda akan berjalan lebih lambat, karena program tersebut residen di memory dan memakan system resource lagi pula setiap anda membuka program baru, selalu akan muncul pertanyaan apakah program ini boleh dijalankan.

Jadi solusi yang aman, cepat dan praktis bagaimana? Nah baca lebih lanjut artikel ini. Artikel ini sengaja ditulis bagi anda yang ingin mencegah kerusakan system, file dan data anda tanpa perlu campur tangan antivirus dan firewall alias MANUAL.

Pertama-tama akan kami jelaskan definisi dan bagaimana virus, trojan, worm dan sejenisnya bisa masuk ke dalam sistem komputer anda.

1. Virus sebenarnya lain dengan trojan atau worm, tapi pada prakteknya penyebarannya virus banyak di maanfaatkan oleh program worm dan trojan. Trojan adalah sebuah program yang dapat dijalankan (biasanya ber-ekstension EXE) oleh pengguna komputer dan ketika program tersebut dijalankan, dia akan merubah sesuatu dari sistem komputer kita (pada umumnya registri windows yang diubah). Nah kalau virus itu residen di memori dan dia akan merubah file yang biasanya ber-ekstension EXE atau COM dan kadang-kadang file tersebut menjadi rusak. Kalau worm (cacing) merupakan program kecil yang berupa script yang bisa nempel di mana aja, bahkan bisa nempel di html file (file website). Program antivirus pada umumnya menggabungkan semua worm dan trojan dalam kategori VIRUS, cuma mungkin dikasih kode virusnya contoh yang worm di kasih kode W depannya baru nama worm tersebut (contoh: w32/sober) dan kita juga akan menggangapnya sama karena semua itu merusak sistem file komputer. Intinya virus bisa berupa atau berfungsi seperti trojan/worm dan sebaliknya juga, apalagi kalau file tersebut telah ter-infeksi, otomatis akan menjadi file trojan/worm juga, karena kalau pengguna membukanya akan meng-infeksi file-file lainnya.

2. Penyebaran virus dulunya hanya bisa melalui media luar seperti disktet, tapi di jaman ini virus pada umumnya memanfaatkan teknologi internet untuk menyebar luas. Cara masuknya bisa melalui E-mail (attachment), mirc, messenger (kirim/download file), download dr situs (terutama situs porno) atau bahkan memanfaatkan kelemahan dari sistem browser kita. Banyak cara pembuat virus untuk menjebak orang supaya tertarik untuk men-download dan membuka file yang ber-virus, antara lain dengan iming-iming gambar porno, gambar lucu, tools yang berguna buat anda, cara dapat uang, games bagus, hingga yang baru-baru ada pesan dr FBI/CIA untuk anda.

Sebenarnya cara mengatasi virus itu cukup mudah, antara lain: 1. Jangan membuka atau menerima file yang di dapat dr email, mirc dan messenger kalau anda belum kenal dengan pengirimnya dan belum yakin file itu berisi virus. 2. Kalau anda browser ke situs yang tidak anda kenal, matikan program java & java script. Matikan juga fitur install auto atau install on demand supaya program yang berisi virus tidak akan masuk secara otomatis ke komputer anda. 3. Kalau membuka disket, CD, DVD, USB drive dan media luar apapun bentuknya, scan dahulu dengan program antivirus untuk memastikan itu benar-benar aman.

Tips di atas mungkin akan mencegah masuknya virus ke komputer anda, tapi tidak akan 100% pasti komputer anda tidak terkena virus, bisa saja anda kecolongan. Lebih dari 90% komputer yang terkoneksi di Internet pernah terkena virus. Nah untuk mengatasi supaya anda aman dari virus, walaupun virus tersebut sempat masuk ke komputer anda, berikut ini adalah caranya:

1. Virus pada umumnya akan merusak dan memperlambat proses kerja komputer. Untuk menghindari kerusakan yang ditimbulkan virus, anda harus punya cadangan penyimpanan data atau file system. Untuk itulah backup system & data sangat diperlukan, apalagi kita tidak akan mengetahui virus di masa yang akan datang akan secanggih apa dan efek kerusakan yang ditimbulkan sejauh apa. cara backup pada winXp dan winme dengan create restore point dahulu di program> accesories> system tools> system restore, win98 bisa pakai Microsoft Backup dengan membackup folder windows semuanya. Khusus untuk data, Winxp dan winme juga harus menggunakan Microsoft Backup, karena system restore tidak 100% mengembalikan data anda.

Kalau anda males melakukannya secara manual, winxp dan winme sudah otomatis melakukannya setiap anda mematikan komputer anda, Untuk win98 satu-satunya cara hanya memakai program system schedule windows atau program lainnya yang berfungsi sebagai otomatis backup, ketika komputer lagi idle. tapi untuk pastinya, winxp dan winme juga harus memakai program tersebut supaya bila terjadi apa-apa, anda tinggal me-restore kembali. Bila komputer anda hari ini terkena virus, anda tinggal restore system sebelumnya atau yang kemarin.

2. Cara ini adalah untuk mencegah virus merusak file system kita yang biasanya berakhiran EXE, dan Sebelum anda melakukan hal ini, anda harus terlebih dahulu membackup system windows anda (baca keterangan no 1 di atas), karena penulis takut anda melakukan kesalahan yang dapat berakibat fatal terhadap system anda. Anda juga harus mempunyai dasar Windows untuk melakukan ini, kalau tidak, anda akan bingung dan kesulitan untuk memahaminya.

Caranya cukup mudah, anda tinggal merubah attribut dari file EXE anda menjadi READ ONLY alias cuma bisa dibaca, tidak bisa ditulis. caranya bisa anda menggunakan SEARCH dari windows anda, kemudian cari semua program yang ber-ektenstion EXE (search key-nya *.exe) di folder windows. Setelah itu blok semua program yang tampil(atau tekan ctrl+a) terus klik kanan pilih properties. Setelah itu pilih READ-ONLY di bagian bawah kotak pilihan atributes. Bagi yang tahu DOS (command prompt) bisa menggunakan perintah ATTRIB, fungsinya sama saja dengan cara di atas. contoh: c:\windows>attrib +r *.exe

Hal ini akan mencegah virus untuk merubah atau merusak file-file tersebut, karena pilihan tadi mematikan fitur untuk merubah file-file tersebut. Kalau anda ingin lebih yakin virus bisa mendeteksi hal tersebut, anda bisa tambahkan pilihan HIDDEN (menyembunyikan file tersebut) di sebelah kanan dari READ ONLY. Dengan kedua pilihan tersebut virus-virus pada umumnya tidak akan dapat menginfeksi file tersebut. Kalau anda ingin menampakan file HIDDEN ketika membuka folder di komputer anda, anda bisa pilih "show all hidden files" di "folder option".

Anda juga bisa melakukan hal di atas ke semua folder komputer anda, kalau anda merasa hal ini perlu dilakukan, atau mungkin dilakukan juga ke file lain yang bukan ber-ekstensi EXE atau COM. Cara ini adalah cara yang paling efektif dan telah diuji coba oleh penulis. Satu hal yang penting diketahui, kalau anda ingin melakukan penghapusan atau perubahaan ataupun anda sering meng-update file yang ber-ekstensi EXE tersebut, anda harus ingat untuk membuka proteksi read-only atau hidden tersebut. Kalau tidak file tersebut tidak akan bisa dihapus atau diupdate, dan akan muncul pesan error.

Ini adalah salah satu cara untuk memproteksi file, cara lainnya dan cara Untuk mengetahui cara virus merusak/merubah file, membasmi atau menghapus virus secara manual, akan penulis bahas di kesempatan lain.

www.islamuda.com
Muhammad Khambali
cek_aley@yahoo.com

Kamis, 08 November 2007

Langit Planet Merah


Hari-hari ini orang-orang sibuk menggunjingkan Planet Mars. Indonesia dilanda demam Mars. Di Planetarium TIM, ribuan orang-orang berdesak-desakan untuk menonton Mars lewat teleskop. Tapi dari berita, kelihatannya gambar yang mereka dapat tidak terlalu bagus. Heh :P


Tapi kelihatannya ada hal yang tidak diperhatikan orang-orang. Planet Mars tidak kelihatan merah. Karena itu kemarin saat melihatnya pukul 9 malam aku agak ragu apakah itu Mars. Semula aku menyangka itu Venus, tetapi Venus tidak pernah seterang itu. Itu memang Mars. Planet itu tidak kelihatan merah karena, dugaanku, debu kota dan polusi cahaya.


Sekarang ada pertanyaan baru: apakah langit di Mars juga berwarna merah? Kemungkinan besar tidak. Langit Mars, dalam keadaan tenang tanpa debu kemungkinan besar berwarna biru karena hamburan Rayleigh.


Ada situs khusus yang membahas tentang ini
http://gombang.blogspot.com/2003_08_01_archive.html

Senin, 05 November 2007

Logika Biomolekuler



Logika 'pengulangan' ini sebenarnya bisa dijelaskan dengan pemahaman biomolekuler. Bahwa setiap makhluk hidup, termasuk manusia, memiliki untaian genetika, yang membawa seluruh sifat sifatnya.

Sebagaimana kita ketahui bahwa di dalam sel manusia ada bagian yang disebut chromosome. Bentuknya bisa diumpamakan sebagai pilinan pita atau untaian rantai, yang berjumlah 23 pasang. Laki laki maupun perempuan.

Chromosome ini berperanan penting untuk menentukan sifat sifat bayi hasil perkawinan antara seorang laki-laki dan perempuan. Setiap bayi membawa separo chromosome bapaknya (23 untai) dan separo dari ibunya (23 untai). Sehingga di dalam setiap bayi tetap terdapat 23 pasang (46 untai) chromosome lagi, perpaduan dari bapak dan ibunya.

Nah, di dalam chromosome itulah terdapat mata rantai pembawa sifat yang disebut gen. Setiap mata rantai membawa satu sifat. Misalnya, bayi itu memiliki hidung yang mancung, mata bulat, rambut hitam, kulit kuning langsat, dan seterusnya. Masing-masing sifat itu diwakili oleh 1 gen.

Sehingga, jika kita bisa mengambil sifat-sifat dominan yang kita sukai dari rangkaian genetika seseorang dan membuang yang lemah maka kita bisa menciptakan bayi dengan kualitas dan karakteristik yang istimewa, sesuai dengan kemauan kita. Ilmu yang mempelajari tentang hal tersebut disebut sebagai Ilmu Rekayasa Genetika atau Biomolekuler.

Ilmu ini, kini berkembang sangat pesat. Salah satu keberhasilan-nya adalah menciptakan cloning ('bayi' hasil mengcopy' bapaknya atau ibunya) pada hewan domba. Dan konon, kabarnya, sudah mulai diujicobakan pada manusia. Meskipun, sampai kini belum ada laporan yang bisa dipertanggungjawabkan tentang keberhasilan cloning pada manusia.

Sebenarnya, dalam konteks ini, saya hanya ingin mengatakan bahwa tubuh makhluk hidup termasuk manusia bisa 'dicetak ulang', karena di dalamnya selalu ada gen pembawa sifatnya. Seluruh sifat makhluk hidup itu bisa direplika, berdasarkan genetika yang dirumuskan secara biokimiawi oleh genome-genome.

Di dalam tubuh manusia, misalnya, terdapat sekitar 4-5 miliar genome dalam bentuk komposisi biokimiawi. Setiap komposisi itu berpengaruh dan bertanggungjawab terhadap salah satu sifat yang kita miliki.

Logika yang Ketiga. Dalam logika ini Allah mengatakan bahwa Dialah yang menciptakan langit dan Bumi. Kalau menciptakan Langit dan Bumi yang demikian dahsyat saja Dia bisa, apalagi untuk menciptakan manusia.
QS. Al Ahqaaf : 33
"Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan Bumi, dan Dia yang tidak merasa payah karena menciptakannya, kuasa menghidupkan orang-orang mati? Ya, sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."

QS. Al Israa (17) : 99
"Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan langit dan Bumi itu kuasa pula menciptakan yang serupa dengan mereka, dan telah menetapkan waktu yang tertentu bagi mereka yang tidak ada keraguan padanya ? Dan orang zalim itu (memang) tidak menghendaki kecuali kekafiran."

Seperti kita tahu, bahwa planet Bumi yang kita tempati ini adalah benda langit yang sangat kecil dibandingkan dengan besarnya alam semesta. Perbandingannya adalah bagaikan debu di padang pasir 'semesta'. Maka, manusia yang hidup di atas Bumi itu pun adalah makhluk yang sangat kecil di 'hadapan' alam semesta ini.

Karena itu, Allah memberikan perbandingan tersebut untuk menyadarkan kita akan kekuasaan Allah. Kalau menciptakan alam semesta yang demikian besar dan dahsyat saja Allah bisa, tentu sangatlah mudah bagiNya untuk menciptakan manusia. Apalagi cuma membangkitkan saja dari dalam kuburnya. Tidak ada kesulitan sedikit pun bagi Allah.

Sebagaimana difirmankan Allah, jin juga seperti manusia. Dia dikenai kewajiban untuk beribadah. Karena itu, juga bakal dimintai pertanggungjawaban atas segala perbuatannya, pada Hari Kiamat.

QS. Adz Dzariyat (51) : 56
"Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah (menyembah) kepadaKu."

Maka, di kalangan mereka ada juga jin yang baik, jahat atau pun kafir. Bagi yang kafir, sama saja, mereka juga tidak percaya bahwa mereka akan dibangkitkan sesudah matinya.

QS. Jin (72) : 7
"Dan sesungguhnya mereka (jin) menyangka sebagaimana persangkaan kamu (orang-orang kafir Makkah) bahwa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seorang pun"

Pada hari kiamat itu, segala yang hidup, temasuk jin dan manusia akan mengalami kematian. Kecuali para malaikat. Sebagaimana manusia, jin memang bisa mengalami kematian dalam hidupnya. Hanya saja, karena badannya yang terbuat dari gelombang panas (api), maka dia memiliki relativitas waktu yang ukurannya lebih panjang dibandingkan manusia.

Secara umum, dikatakan bahwa usia jin adalah sepuluh kali lipat usia manusia. Jadi kalau jin menyebutkan dirinya berusia 70 tahun, misalnya, sebenarnya dalam dunia manusia itu berarti dia sudah berumur 700 tahun.

Namun demikian, dari golongan jin itu ada yang tidak mati hingga saat berbangkit. Dia adalah Iblis. Dia telah diberi kesempatan oleh Allah untuk hidup terus sampai hari kiamat, sesuai permintaannya sendiri, dengan maksud untuk menyesatkan manusia dari pertunjuk Allah.
QS. Al Hijr (15) : 37 - 38
"Allah berfirman: (Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan"

Karena itu, Neraka akan dihuni secara bersama-sama oleh manusia dan jin yang kafir dan banyak dosanya. Allah mengistilah-kannya sebagai kayu bakar api Neraka.

QS. Jin (72) : 15
"Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api Neraka Jahannam." (Bahrul Ulum)

Jumat, 26 Oktober 2007

Bulan terbelah


Allah berfirman: "Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah terbelah (Q.S. Al-Qamar: 1)" Apakah kalian akan membenarkan kisah yang dari ayat Al-Qur'an ini menyebabkan masuk Islamnya pimpinan Hizb Islami Inggris ?? Di bawah ini adalah kisahnya:

Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah ?

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut:
Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan di Univ. Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur'an. Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, "Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi [Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah] mengandung mukjizat secara ilmiah ? Maka saya menjawabnya: Tidak, sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjagkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad shallallahu 'alaihi wassalam sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya. Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur'an dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta'alaa benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu.

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah. Orang-orang musyrik berkata, "Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejek dan mengolok-olok)?" Rasulullah bertanya, "Apa yang kalian inginkan ? Mereka menjawab: Coba belah bulan, .."

Maka Rasulullah pun berdiri dan terdiam, lalu berdoa kepada Allah agar menolongnya. Maka Allah memberitahu Muhammad agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Maka Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan, dan terbelahlah bulat itu dengan sebenar-benarnya. Maka serta-merta orang-orang musyrik pun berujar, "Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!" Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja "menyihir" orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada ditempat itu. Maka mereka pun pada menunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan. Maka orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, maka orang-orang musyrik pun bertanya, "Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?"Mereka menjawab, "Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dansaling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembali...!!!"

Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya:

"Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, "Ini adalah sihir yang terus-menerus", dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap.... " sampai akhir surat Al-Qamar.

Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdiri seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, "Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai tuan, bolehkah aku menambahkan??"

Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab: Dipersilahkan dengan senang hati."

Daud Musa Pitkhok berkata, "Aku pernah meneliti agama-agama (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna-makna Al-Qur'an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku membuka-buka terjemahan Al-Qur'an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya:

Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah...
Maka aku pun bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal?? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali?? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu??? Maka, aku pun menghentikan dari membaca ayat-ayat selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi Allah Yang Maha Tahu tentang tingkat keikhlasam hamba-Nya dalam pencarian kebenaran.

Maka aku pun suatu hari duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi diantara presenter seorang Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS. Ketiga pakar antariksa tersebut pun menceritakan tentang dana yang begitu besardalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa, padahal saat yang sama dunia sedang mengalami masalah kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan. Presenter pun berkata, " Andai dana itu digunakan untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih banyak berguna". Ketiga pakar itu pun membela diri dengan proyek antariksanya dan berkata, "Proyek antariksa ini akan membawa dampak yang sangat positif pada banyak segmen kehidupan manusia, baik segi kedokteran, industri, dan pertanian. Jadi pendanaan tersebut bukanlah hal yang sia-sia, akan tetapi hal itu dalam rangka pengembangan kehidupan manusia.

Dan diantara diskusi tersebut adalah tentang turunnya astronot menjejakkan kakiknya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget danberkata, "Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?" Mereka pun menjawab, "Tidak, ..!!! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun. Maka presenter itu pun bertanya, "Hakikat apa yang kalian telah capai sehingga demikian mahal taruhannya. Mereka menjawab, "Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali.!!! Presenter pun bertanya, "Bagaimana kalian bisa yakin akanhal itu?" Mereka menjawab, "Kami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Maka kami pun meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, "Hal ini tidak mungkin telah terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali".

Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, "Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, "Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad sallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin !!!! Maka, agama Islam ini tidak mungkin salah ... Maka aku pun berguman, "Maka, aku pun membuka kembali Mushhaf Al-Qur'an dan aku baca surat Al-Qamar, dan ... saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam.

sumber: milis Al-Sofwah

Air zam-zam


Air Zam-zam Memiliki Kandungan Yang Berbeda dengan Air Biasa ?

Benar, air zam-zam memiliki keistimewaan dalam zat-zat yang dikandungnya. Tentang hal ini, sejumlah peneliti dari Pakistan telah melakukan penelitian panjang dan akhirnya mereka menemukan hal ini. Dan Pusat Penelitian Haji pun sudah melakukan hal yang sama terhadap air zam-zam, maka mereka menemukan bahwa air zam-zam adalah air yang menakjubkan, berbeda dengan air pada umunya.

Sami Unqowy, Eng., Ketua Pusat Penelitian Haji, "Ketika kami melakukan penggalian untuk perluasan sumur zam-zam, maka setiap kali mengambil air zam-zam tersebut semakin bertambah air yang keluar, setiap kami mengambil airnya, bertambah pula air dari sumur zam-zam itu, ...maka kami menyibukkan diri untuk memompa (menyedot) air zam-zam itu dengan tiga kali sedotan agar kering sehingga memudahkan kami dalam memasang pondasi. Lalu, kami pun melakukan penelitian terhadap air zam-zam dari celah-celah mata airnya untuk mengetahui ada tidaknya bakteri. Maka, ternyata air zam-zam tesebut tidak mengandung satu jenis bakteri pun!! Murni dan bersih. Akan bisa terkontaminasi setelah dipindahkan pada bejana atau ember, maka polutan pun masuk kepadanya !! Akan tetapi air itu bersih dan suci tidak terdapat bakteri apapun. Ini adalah keistimewaan air zam-zam. Dan diantara keistimewaan lainnya adalah engkau masih bisa menikmati air zam-zam itu sampai sekarang, dan terus mengalir sejak zaman Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam sampai kini.

Berapa usia sumur biasa untuk tetap bisa mengeluarkan air ?? 50 tahun, 100 tahun, ... dikeduk airnya dan habis. Maka air zam-zam ini terus-menerus mengeluarkan air!!?.

Rasulullah bersabda, "Air zam-zam adalah sesuai dengan tujuan orang yang meminumnya" (HR. Ahmad.
Benar, aku mengetahui ini dengan sebenar-benarnya tentang kisah seorang laki-laki asal Yaman, aku mengenalnya dan dia adalah sahabatku, dia adalah orang yang sudah tua, pandangan matanya sudah melemah... karena sebab usianya yang sudah lanjut, hampir saja ia tidak bisa melihat ! Ia selalu membaca Al-Qur'an, dan dia sangat bersemangat untuk selalu membacanya... dia selalu memperbanyak membacanya, di sisinya ada mushaf kecil; mushhaf kecil itu serasa tidak ingin berpisah dengannya, akan tetapi karena melemahnya kekuatan matanya, apa yang harus ia perbuat?! Ia pun berkata, "Katanya air zam-zam itu bisa jadi obat, maka akupun mendatangi zam-zam itu, lalu aku pun mengambil dan meminumnya, tiba-tiba aku pun mulai bisa melihat kembali tulisan mushhaf." Aku melihat ia pun mengambil mushhaf kecilnya dari saku dan membacanya. Ia pun berkata, "Ini berkat aku meminum air zam-zam itu.

Maka, .... wahai saudara-saudaraku yang mulia. Ini adalah hadits Rasulullah. Akan tetapi do'a syaratnya adalah pelakunya harus yakin doanya akan dikabulkan; ia memenuhi perintah Allah; orang yang berdo'a memenuhi syarat sebagaimana firman Allah:

Dan jika para hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka jawablah bahwa Aku dekat; Aku mengabulkan do'anya orang-orang yang berdoa, maka hendaklah mereka memenuhi perintah-Ku dan mengimani Aku agar mereka mendapat bimbingan (Q.S. Al-Baqarah: 186)
Sumber: Anta Tas'al wa Syaikh Al-Zindani Yujib haula Al-I'jaz Al-Ilmiy fii Al-Qur'an wa Al-Sunnah

Yusriyah Sembuh dari Penyakit Mata Sebalah Kirinya setelah Minum Air Zam-Zam

Seorang ikhwah yang baru pulang dari haji bercerita. Kata dia, "Seorang ibu yang mulia namanya Yusriyah Abdurrahman Hiraz ikut bersama kami melakukan haji dalam rombongan Departemen Wakaf Mu'jizat yang terjadi karena barokah air zam-zam. Ia berkata, "Yusriyah pernah menderita penyakit mata yang disebabkan oleh bakteri nyamuk bertahun-tahun hingga menyebabkan migran (sakit kepala sebagian) sepanjang siang dan malam dan tidak mereda sedikitpun, ... sampai akhirnya mata kirinya tersebut tidak bisa melihat sama sekali karena adanya selaput putih di matanya. Maka ia pun pergi ke salah seorang dokter spesialis mata ternama. Tapi dokter tersebut mengatakan, "Tidak ada cara lain untuk menyembuhkan migran tersebut (sebagai efek sakit matanya) kecuali dengan menyuntik mata tersebut, akan tetapi itu pun akan berakibat kebutaan untuk selamanya.

Maka, Ny. Yusriyah semakin bertambah ketakutan mendengar perkataan dokter itu. Aan tetapi, ia adalah orang yang percaya benar dan merasa tenteram dengan rahmat Allah. Dan hal itu akan mendatangkan sebab pengobatan sakitnya, demikian seteah mendengar penegasan para dokter tentang sakit yang ia derita itu... Maka, ia pun berkeinginan untuk melakukan umrah, sehingga memungkinkan mendapat obat dan penawar langsung dari Allah di Baitullah Al-Haram.

Maka, ia pun datang ke Mekkah dan thawaf di Ka'bah -waktu itu belum ramai orang-orang besar demikian kata beliau- sehingga ia bisa mencium hajar aswad dan menyentuhkan matanya yang sakit padanya ... lalu ia pun pergi menuju air zam-zam dan meminum satu cangkir serta mencuci matanya dengan air zam-zam itu ... setelah itu, ia pun meneruskan sa'i, lalu kembali ke Ghandaq tempat ia memulai ihram.

Maka, aku menemuinya sekembalinya dari Ghandaq dan matanya yang sakit menjadi sehat sempurna, dan penyakit matanya pun hilang tanpa ada bekas sedikitpun.

Bagaimana mungkin penyakit bisa hilang (diangkat) tanpa ada operasi?? Dan, ... bagaimana mungkin pandangan matanya bisa kembali sehat seperti biasa tanpa diobati?? Dan ilmu kedokteran yang mengobati penderitaannya tidak mampu melakukan apapun, kecuali membenarkan keagungan Allah yang Maha Besar; bahwa ibu yang sakit ini, yang para dokter gagal membantu pengobatannya, telah diobati oleh Dzat Yang Maha Mengobati, ketika ia melakukan kunjungan ibada (Umrah), sebagaimana Rasululah kabarkan:

Air zam-zam tergantung niat orang yang meminumnya; jika engkau meniatkan dalam meminumnya untuk mengobatimu, maka Allah akan menyembuhkanmu; jika engkau niatkan agar engkau kenyang, maka Allah menjadikanmu kenyang; jika engkau meniatkannya untuk menghilangkan haus, maka Allah akan menghilangkan kehausanmu, dan zam-zam itu adalah cekungan yang dibuat oleh Jibril dan air yang mengalir yang Allah berikan kepada Ismail (HR. Daraquthni).

Keluarnya Batu Tanpa Operasi

Dan kisah seperti ini sert akisah-kisah lainnya pun kami pernah mendengarnya dari sahabat-sahabat kami, atau pun kami membacanya. Dan itu semua meskipun menunjukkan kepada sesuatu hal, akan tetapi itu menunjukkan atas benarnya perkataan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang sumur yang penuh barakah ini (zam-zam).

Yang mengisahkan cerita ini adalah Dr. Farouq 'Antar.
Beliau berkata, "Aku telah menderita kencing batu selama bertahun-tahun. Para dokter menyatakan tidak mampu mengeluarkannya kecuali dengan operasi. Akan tetapi aku mengurungkan niat operasi itu dua kali... kemudian aku aku berniat untuk melakukan umrah... , dan aku memohon kepada Allah agar memberikan kesembuhan kepadaku tanpa operasi.

Maka, Dr. Farouq pun pergi ke Mekkah, dan melakukan umrah di sana serta minum air zam-zam, mencium hajar aswad, sholat dua rakaat sebelum keluar dari Masjidil Haram, maka tiba-tiba ia merasakan sesuatu di kantung kemihnya, maka ia pun bergegas ke kamar kecil. Maka, ternyata sesuatu yang menakjubkan telah terjadi, keluar batu yang lumayan besar, dan ia pun sembuh tanpa harus masuk ke ruang operasi.
Dan sungguh ketika keluarnya batu telah mengejutkan dirinya dan para dokter yang selalu mengikuti perkembangan kesehatannya. www.islamuda.com

Senin, 01 Oktober 2007

Ubur-ubur tahu kpan badai akan datang


Ubur-ubur [Rhopiloma Esculenta] walaupun termasuk binatang tingkatan rendah dan daya geraknya sangat lemah, namun binatang ini mengetahui terlebih dahulu setiap kali badai akan datang.
Hal ini karena ubur-ubur mempunyai ‘kuping serba dengar’ yang sangat peka. Pa da pinggiran payungnya tumbuh satu reseptor yang mirip ‘kuping’. Di dalam reseptor tersebut terdapat ‘bata keseimbangan’ yang mengandung zat kapur, bersambung dengan susunan syaraf dan dapat berfungsi sebagai indra pendengar. Sehingga ubur ubur dapat lebih dahulu mengetahui badai akan datang dan segera menyelamatkan diri dengan menyelam ke dalam air.
 
Terimakasih Atas kunjungan Anda, Semoga Semuanya Dapat Memberikan Manfaat Bagi Kita Semua