(Persembahan Untuk Para Sahabat)
Sahabat adalah dorongan ketika engkau hampir berhenti, petunjuk jalan ketika engkau tersesat, membiaskan senyuman sabar ketika engkau berduka, memapahmu saat engkau hampir tergelincir dan mengalungkan butir-butir mutiara doa pada dadamu...Ikhwan and akhwat...moga hati kita dipertautkan karena-Nya
Terimakasih Telah Menjadi Sahabat Dalam Hidup kami

rss

Jumat, 25 Januari 2008

Jawaban Anda Adalah....

Kenapa Madu warnanya kuning keemasan?

A) Karna matahari yang diserap bunga?
B) Karna warna alami serbuk bunga?
C) Karna memang diproduksi begitu?
D) Gak tau.

Jawaban ada di bawah n kalo bisa di klik ya gambarnya

























Gambar oleh Himmura sang dudunger

SEBUTIR DEBU DI KEDIPAN MATA

Betapa kalang kabut orang yang matanya kemasukan debu. Terasa perih. Mengganjal. Sakit, berurai air mata. Dan, tidak bisa melihat apa Baja.

Lebih kalang kabut, kalau debu tidak juga mau keluar. Ditiup, tak mau keluar. Dirambang air juga tak mau keluar. Dikucek-kucek, semakin perih. Mata memerah berurai air mata. Tak bisa melakukan aktifitas apa-apa. Bahkan berkedip pun terasa sakit. Sungguh tersiksa...

Tapi betapa jarangnya kita berpikir, seandainya mata kita terganggu seperti itu. Sangat merepotkan dan tersiksa. Siapakah yang bisa menolong kita selain Allah? Barangkali anda akan mengatakan, "bukankah dokter bisa menolong kita"?

Ya, kalau dokter itu pun dicobai oleh Allah dengan problem mata seperti itu, tidak ada yang bisa menghalangi. Betapa banyaknya, dokter jantung terkena penyakit jantung. Dokter saraf terkena penyakit saraf. Dan dokter mata terkena penyakit mata. Tidak ada yang bisa menjamin, bahwa dokter adalah jaminan atas segala problem kesehatan kita.

Itu baru persoalan sebutir debu masuk mata. Belum lagi, soal-soal yang lebih serius berkaitan dengan kesehatan mata kita. Banyak sekali penyakit mata aneh-aneh yang diderita oleh manusia di muka bumi ini.

Sehingga, soal kedipan mata saja, sebenarnya adalah persoalan yang serius dalam kesehatan kita. Bayangkan kalau anda tidak bisa berkedip. Apa jadinya? Setiap kedipan itu membawa nikmat tiada berhingga bagi kesehatan mata kita.

Berkedip adalah mekanisme untuk menetralisir kembali kondisi mata yang kering dan kelelahan. Orang yang melotot terus di depan komputer selama berjam-jam dianjurkan untuk sering berkedip-kedip agar matanya tidak cepat rusak.

Radiasi layar komputer yang mengenai mata kita terus menerus akan menyebabkan pemanasan terhadap kornea mata. Ini bisa menyebabkan kekeruhan dalam jangka panjang. Dengan sering berkedip, mata kita akan basah dan sejuk kembali.

Coba bayangkan, setiap kedipan mata itu, Allah memberikan nikmat dan penjagaan kepada mata kita. Dengan ketelitian yang sangat tinggi. Kandungan air, protein, dan mineral yang terdapat di dalam air mata kita itu terukur dengan cermat. Setiap berkedip Allah mengusap bola mata kita. Subhanallah. Tapi kita tidak merasakannya. Biasa saja.

Coba hitung berapa kalikah Allah mengusap mata kita lewat kedipan itu dalam sehari semalam. Saya hitung, dalam setiap menit, seseorang bisa berkedip antara 60 sampai 80 kedipan. Anggap saja 70 kedipan. Maka dalam 1 jam kita berkedip sebanyak 4.200 kali. Dalam sehari, di luar tidur, kita berkedip sekitar 16 jam x 4200 = 67.200 kali.

Dalam setahun kita bekedip 24.192.000 kali. Dan pada orang yang berumur 40 tahun, mereka sudah berkedip sekitar 967,68 juta kali. Subhanallah. Hampir 1 miliar kali Allah mengusap mata kita agar tidak cepat rusak dan sakit, sehingga merepotkan pemiliknya. Pernahkah kita berterima kasih? Tidak. Kalau pun ada, sangatlah jarang. Tapi, Allah tetap saja menyayangi kita. Memberikan kemampuan berkedip untuk menjaga kesehatan mata kita.

Maka betapa indahnya kalau setiap bangun tidur membuka mata, di pagi hari, kita lantas teringat kepada nikmat Allah yang demikian besar itu. Allah memberikan ijin agar kita masih bisa membuka mata, dan berkedip.

Belum lagi kita bicara hidung, telinga, lidah, mulut, gigi, jantung, liver, ginjal, otak dan lain sebagainya. Bertriliun-triliun kondisi kesehatan kita dikendalikan oleh Allah dengan kecermatan yang tiada tara .

(QS. An Nanl : 18)
Dan jika kamu menghitung-hitung ni'mat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(Firliana Putri)

ALHAMDULILLAH, BETAPA SEGARNYA!

Mandi, betapa segarnya! Bisakah anda membedakan segarnya badan antara sebelum dan sesudah mandi? Pasti terasa. Sebelum mandi, lemas. Sesudah mandi, badan lebih segar dan bersemangat.

Islam mengajarkan umatnya untuk mandi. Kenapa? Karena mandi, wudlu, dan membersihkan diri bakal memberikan kondisi yang menyehatkan. Islamlah satu-satunya agama yang mengajarkan mandi secara eksplisit kepada umatnya. Padahal Islam turun di daerah Arab yang sulit air. Tetapi, Allah Maha Tahu, bahwa manusia butuh mandi. Karena itu ada perintah mandi janabat, wudlu, dan istinja'.

Mandi, di era modern, bahkan sering digunakan sebagai terapi dan penyembuhan. Mandi memberikan kesegaran karena menyeimbangkan suhu badan secara keseluruhan.

Ketika bekerja keras seseorang akan mengalami peningkatan suhu secara tidak merata. Aktifitas otak yang intens akan menyebabkan suhu di sekitar kepala meningkat. Aktifitas otot tangan yang berlebihan juga akan menyebabkan suhu di sekitar tangan meningkat. Demikian pula aktifitas kaki, dan lain sebagainya.

Nah, peningkatan suhu lokal ini, akan menyebabkan ketidak-seimbangan kondisi badan. Dengan cara berwudlu, atau apalagi mandi, suhu badan akan diseimbangkan kembali. Segar. Maka, mandi adalah salah satu bentuk nikmat Allah yang diberikan kepada kita. Semakin bersyukur, semakin nikmat rasanya.

Aktifitas pagi yang tepat, adalah awal yang baik bagi kinerja kita seharian. Bangun pagi penuh nikmat, membuka mata penuh rasa syukur, dan mandi pagi seiring dengan segarnya badan, sungguh bakal memompa jiwa kita. Bekerja dan mencari rezeki pun jadi penuh semangat...

Betapa enaknya orang yang selalu ingat Allah. Berdzikir di setiap waktu yang kita miliki. Semuanya jadi nikmat. Guyuran air pun jadi sumber kebahagiaan. Bukan dibuat-buat. Apalagi dipaksa-paksakan. Semuanya berjalan secara alami, karena kita paham apa yang kita rasakan dan kita alami.

Bahkan kalau kita mau mengamati lebih jauh. Saat di kamar mandi buang air, itu adalah karunia yang luar biasa besarnya kepada kita. Bayangkan kalau kita tidak bisa buang air - besar maupun kecil.

Betapa banyak orang yang menderita dan kemudian masuk rumah sakit karena tidak bisa buang air. Saya pernah melihat seorang kawan yang sakit liver kronis. Salah satu efeknya, dia tidak bisa buang air besar. Setiap buang air besar dia sangat tersiksa. Tapi tidak juga bisa. Perutnya membuncit, karena kotoran tidak bisa keluar dengan lancar. Bahkan pembuluh darah di matanya sempat pecah karena mengejan terlalu keras, setiap buang air besar. Astaghfirullah...

Kita yang sehat ini diberi kenikmatan oleh Allah tiada terkira. Tapi tidak merasakan. Tidak menyadarinya. Tidak mensyukurinya. Jangan menyesal kalau suatu ketika nikmat itu lepas dari tangan kita dan ketemu dengan penderitaan yang menyakitkan. Na'udzubillahi mindzalik. Mudah-mudahan Allah melindungi dan mengampuni kekhilafan kita...

Marilah kita ikuti sabda Rasulullah saw, kita jaga kesehatan semasih kita bisa. Dan kita syukuri nikmat ini selagi diberi kesempatan...

Sabda Rasulullah saw:
“Barangsiapa sehat lahirnya, dan juga sehat batinnya, maka seolah-olah dunia dan isinya ini menjadi miliknya…”(Firliana Putri)
 
Terimakasih Atas kunjungan Anda, Semoga Semuanya Dapat Memberikan Manfaat Bagi Kita Semua